Era Baru Saudi, Menuju Islam yang Lebih Moderat

Dalam sebuah Konferensi Future Investment Initiative di Riyadh, Pangeran Mohammed bin Salman berjanji akan menghancurkan ideologi ekstremis untuk mengembalikan Islam yang lebih moderat.

ARAB SAUDI, verbivora.com - Tahun 1979 merupakan tahun bergejolak untuk Arab Saudi. Sekelompok orang bersenjata pimpinan Juhaiman al-Utaibi, menguasai Masjid al-Haram. Juhamian adalah seorang Islamis radikal yang bersama kelompoknya memprotes kebobrokan Pemerintah Arab Saudi dan aliansinya dengan Barat.

Pangeran Mohammed bin Salman
Pangeran Mohammed bin Salman - foto: kompas.com
Gejolak politik di tanah suci itu pun meledak. Saling tembak antara pengikut Juhaiman dengan tentara Arab Saudi pun tak terelakkan. Pasukan Juhaiman memang cukup kuat. Tentara Saudi pun dibuat keteteran.  Dalam situasi terdesak, beberapa pimpinan militer Prancis mengerahkan bantuan dan akhirnya pemberontakan itu berhasil dilumpuhkan.

Sebagai hukumannya, Juhaiman dan pengikut yang tertangkap hidup-hidup kemudian dipenggal kepalanya. Eksekusi penggal kepala ini dilaksanakan di beberapa kota di Saudi sebagai peringatan bagi siapa pun yang berusaha makar terhadap pemerintah.

Merujuk fatwa para ulama berpengaruh, Pemerintah Saudi mendakwa mereka melakukan tindakan sesat, yakni mendeklarasikan munculnya Imam Mahdi yang tewas dalam pertempuran itu, sebagai penyelamat dunia, serta menguasai dan menjadikan Masjid al-Haram, tempat tersuci umat Muslim, sebagai medan pertempuran dan kekerasan, yang sangat jelas dilarang oleh agama.

Peristiwa itu menjadi bagian penting dari sejarah modern Kota Mekkah. Meski demikian, kebanyakan orang, terutama kaum Muslim, tak paham apa yang sejatinya terjadi saat itu. Maklum, ketika peristiwa itu berlangsung, Pemerintah Saudi melarang keras media massa meliput dan memberitakannya. Tak hanya itu, jaringan telepon, telegram, dan surat-menyurat pun diputus. Alhasil, tak ada celah bagi siapa pun untuk dapat mengakses peristiwa itu dari luar tempat kejadian.

Pada tahun 2006, dua puluh tahun kemudian, Yaroslav Trofimov, koresponden luar negeri The Wall Street Journal, berusaha menyusun kembali serpihan sejarah atas kejadian itu. Untuk menyibak detail peristiwa yang tak terkuak khalayak itu, Trofimov memburu sumber-sumber penting dan tepercaya.

Ia bertemu dan mewawancarai pelaku ‘gerakan 1979’ yang masih hidup; Paul Barril, kepala misi pasukan Prancis saat itu, tentara Arab Saudi, Perpustakaan British, satu-satunya tempat di Eropa yang menyimpan pelbagai surat kabar Saudi tahun 1979, arsip Pemerintah AS dan Inggris yang berisi laporan rahasia dari para diplomat dan mata-mata, serta CIA dan British Foreign Office.

Para pengamat politik dan sejarawan menganggap kejadian itu sebagai insiden lokal semata dan karena itu tak memiliki kaitan dengan peristiwa internasional yang belakangan merebak, seperti terorisme. Tetapi pria yang sering melaporkan tulisannya ihwal agama dan perubahan sosial di wilayah negara Muslim itu berpendapat sebaliknya. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akar sejarah gerakan terorisme global, terutama yang dimotori al-Qaeda.

Di tahun yang sama minoritas Syiah di Saudi merencanakan revolusi mematikan di provinsi al-Hasa. Al-Ahsa adalah bagian dari wilayah yang dikenal secara historis karena keahliannya yang tinggi dalam menjahit. Al-Ahsa telah dihuni sejak zaman prasejarah, karena kelimpahan airnya di daerah yang gersang.

Saat itu, Monarki Saudi merespons dengan menopang hubungan dengan gerakan Wahhabi dan mengembalikan banyak sikap garis kerasnya. Salah satu cara yang dilakukan Monarki Saudi adalah dengan menutup bioskop-bioskop yang ada di negara tersebut.

Wahhabisme merupakan sebuah aliran reformasi keagamaan dalam Islam.  Aliran ini berkembang oleh dakwah seorang teolog Muslim abad ke-18 yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab dari Najd, yang bertujuan untuk membersihkan dan mereformasi ajaran Islam kembali kepada ajaran yang sesungguhnya, berdasarkan kepada Qur'an dan Hadis, dari "ketidakmurnian" seperti praktik-praktik bidah, syirik dan khurafat.

Wahhabisme melarang laki-laki dan perempuan bercampur di tempat publik dan banyak menerapkan larangan pada perempuan. Di antaranya adalah kewajiban bagi perempuan untuk mengantongi izin laki-laki untuk bekerja atau bepergian. Polisi agama Arab Saudi mendapatkan wewenang besar untuk menegakkan larangan itu.

Wahhabisme berlaku luas di kehidupan Saudi, memengaruhi pengadilan, politik dan kebijakan luar negeri, sementara raja-raja tua yang berhubungan erat dengan gerakan keagamaan itu berkuasa untuk beberapa dekade setelahnya.

Era Baru Saudi

Pada 2015 lalu, Raja Salman bin Abdulaziz naik tahta dan bersama Mohammed memulai era baru politik Saudi. Sang Raja mempromosikan Mohammed sebagai putra mahkota pada Juni lalu.

Keduanya membatasi wewenang polisi keagamaan, menghapus kekuasaannya untuk menangkap warga. Mereka juga memperbolehkan konser musik untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, menindak tegas penghasutan religius dan memberikan perempuan sejumlah hak seperti izin untuk mengemudi.

"Beberapa langkah jelas sudah diambil belakangan ini dan saya yakini kami bisa menghapuskan sisa-sisa ekstremisme sesegera mungkin," kata Mohammed. "Saya rasa ini bukan tantangan. Ini merefleksikan nilai-nilai pemaafan, kebenaran dan moderasi. Kebenaran berada di sisi kita." ungkapnya.

Upaya penghapusan ekstrimisme itu berlanjut di tampuk putranya. Dalam sebuah Konferensi Future Investment Initiative di Riyadh, Pangeran Mohammed bin Salman  berjanji akan menghancurkan ideologi ekstremis untuk mengembalikan Islam yang lebih moderat.

Di tengah situasi negara yang mengalami halangan awal dalam transformasi budaya dan ekonomi, putra mahkota Arab Saudi itu akan menempatkan kerajaan setara dengan banyak negara-negara lain. Keterbukaan dan saling mengahargai dalam perbedaan menjadi spirit yang diusung Mohammed.

"Kami ingin menjalani kehidupan normal, kehidupan di mana agama dan tradisi kami diartikan sebagai toleransi, sehingga kami hidup bersama dunia dan menjadi bagian dari perkembangan dunia," kata Mohammed, seperti yang dilansir CNN, Rabu (25/10).

Langkah itu tentu akan menggusarkan ulama ultrakonservatif yang terus terombang-ambing di kerajaan, meski goncangan yang mereka alami tampaknya mulai memudar. Di saat yang sama, deklarasi pangeran akan diwariskan oleh populasi Arab Saudi yang semakin didominasi pemuda dan oleh dunia luar.

"Sebanyak 70 persen populasi Saudi berusia di bawah 30. Sejujurnya, kami tidak akan menghabiskan waktu 30 tahun untuk berurusan dengan ideologi ekstremis. Kami akan menghancurkannya hari ini dan sesegera mungkin," kata Mohammed.

"Saudi tidak seperti ini sebelum 1979. Arab Saudi dan seluruh kawasan mengalami kebangkitan setelah 1979. Semua yang kita lakukan adalah kembali ke jati diri kita: Islam moderat yang terbuka pada semua agama dan kepada dunia dan semua tradisi dan semua orang,” tegasnya.*

Tulisan ini diolah dari buku "Kudeta Mekkah: Sejarah yang Tak Terkuak" yang ditulis Yaroslav Trofimov
Editor: Andy Tandang

COMMENTS

Nama

#Kita_Indonesia,6,#Pilpres2019,1,Agama,1,Agus,1,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,13,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,2,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,Daerah,24,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,GUSDURian,1,Habib Riziq,1,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,2,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,10,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Makassar,2,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,1,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,3,Kabar PMKRI Pematangsiantar,1,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,4,Kabar PMKRI Samarinda,3,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kembalikan,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,Komnas HAM,1,Komputer,1,KontraS,1,Korupsi,1,KPK,3,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mars Wera,1,Marz Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,MPAB,2,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,79,Natalius Pigai,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,43,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,4,PKB,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Ende,2,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,7,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,4,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Palembang,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,8,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,11,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,2,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,6,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,2,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Era Baru Saudi, Menuju Islam yang Lebih Moderat
Era Baru Saudi, Menuju Islam yang Lebih Moderat
Dalam sebuah Konferensi Future Investment Initiative di Riyadh, Pangeran Mohammed bin Salman berjanji akan menghancurkan ideologi ekstremis untuk mengembalikan Islam yang lebih moderat.
https://2.bp.blogspot.com/-D47I6_1gWW0/WfFfruNnbVI/AAAAAAAAAt0/GZhOqVriM20IjBxmGFNDrJKc9vS3_D6YwCLcBGAs/s640/pUTRA%2BMAHKOTA%2BSAUDI.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-D47I6_1gWW0/WfFfruNnbVI/AAAAAAAAAt0/GZhOqVriM20IjBxmGFNDrJKc9vS3_D6YwCLcBGAs/s72-c/pUTRA%2BMAHKOTA%2BSAUDI.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2017/10/era-baru-saudi-menuju-islam-yang-lebih-moderat.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2017/10/era-baru-saudi-menuju-islam-yang-lebih-moderat.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy