Asas Demokrasi VS Politik Uang

Dengan politik uang, eksistensi dan kesucian demokrasi akan terkikis habis, terpenjara, termakan oleh janji busuk elit politik serta, melegitimasi kejayaan pada kaum kapitalis dan menarik panjang tali penindasan pada kaum marginal.

Foto. Dok. Pribadi


Oleh. Remigius Bere

Negara Indonesia pada dasarnya manganut sistem demokrasi. Secara historis, demokrasi Indonesia berlaku sejak awal kemerdekaan Indonesia. Dari orde lama hiingga orde baru. Akan tetapi pada masa orde baru, roh demokrasi seperti dikerangkeng dengan segala ruangnya yang terpusat. Orde baru membelenggu sistem demokrasi hingga terbentur dengan nalar kritis mahasiswa yang pada akhirnya memporakporandakan tatanan orde baru tersebut.

Istilah demokrasi itu sendiri berasal dri bahasa Yunani, demos yang artinya rakyat, dan kratos yang artinya kekuasaan . Kata demokrasi itu sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles, yaitu sebagai bentuk suatu pemerintahan yang mengatur bahwa kekuasaan itu berada di tangan rakyat . berpusat pada pemaknaan atas prinsip demokrasi tersebut, maka dalam praktisnya, rakyat sebagai jantung demokrasi harus memliki kebebesan untuk memberikan kekuasaannya yang mulia demi terbentuknya sebuah tatanan hidup yang baru dalam tubuh bangsa dan negara.

Hal ini akan terlihat ataupun diwujudkan pada bulan Juni mendatang dengan terselenggaranya momentum pemilihan kepala daerah serentak di sebagian wilayah di Indonesia.  Tidak dapat dipungkiri, bahwa peran elit politik sangatlah tajam dalam memainkan kemurnian demokrasi. Di lain sisi,  peran Parpol untuk meningkatkan eksistensi dan elektabilitas  setiap calon yang diusung mereka pun turut membanjiri persepsi publik menuju kontestasi kepemimpinan.

Pada konteks sekarang, salah satu instrumen penting untuk menjaring perhatian rakyat adalah melalui media sosial. Dengan media sosial setiap tim pemenangan mulai memantik seni berpolitik du ruang Sosmed.  Senyum-senyum jenaka para kandidat disertai visi-misinya yang terpampang pada iklan media sosail pun sangatlah ramai hingga garing. Dalam perspektif mereka (tim pemenangan) mungkin dengan cara demikian dapat menyita perhatian masyarakat publik.  Dan mungkin dengan cara tersebut  popularitas seorang kader dapat menembus pada sendi-sendi masyarakat luas dan masyarakat desa. Pada hal belum tentu masyarakat di kampung-kampung sudah seratus persen bermedsos.

Yang begitu jenaka adalah masyarakat disodorkan dengan janji-janji manis yang kadang juga terasa sangatlah amis jika tidak disandarkan dengan realitas kebutuhan masyarakat.  Tapi perlu kita ketahui dan harap dilaksanakan bahwasanya, sistem demokrasi yang dianut oleh negara kesatuan Indonesia yaitu Demokrasi Pancasila dengan mengedepankan semangat gotong royong demi tercapainya cita-cita bersama yakni kemakmuran Indonesia.

Dengan perspektif inilah warga negara dapat mengembalikan hakikat dan martabat demokrasi kepada domainnya yang semula dengan berasaskan bebas, umum, adil dan jujur sebagai posisi yang terdepan dan secara tegas membumikan demokrasi sebagai suatu pemerintahan yang dilakukan oleh rakyat, untuk rakyat dan dari rakyat. Artinya bahwa kekuatan tertinggi dalam sistem demokrasi pada dasarnya berada di tangan rakyat dan rakyatlah yang memilki hak, kesempatan dalam bersuara untuk mengatur kebijakan pemerintah tanpa intervensi dari kelompok atau kepentingan apapun.

Memasuki dekade ini, asas demokrasi terjadi pasang surut yang tak bisa di bendung seolah-olah ingin memudahkan, mengkerdilkan, mengobrak-abrik  bahkan menghilangkan asas demokrasi yang selama ini dijaga dan di lestarikan dari sekelompok orang yang secara sengaja ingin mengganggu kesucian kebhinekaan. Para elit politik menggaungkan calon kandidatnya justru selalu mengedepankan harta kekayaan dan mengesampingkan asas kekeluargaan sebagai wujud dari demokrasi pancasila yang selama ini seolah dipermainkan oleh kaum borjuis.

Ironisnya, setelah seluruh masyarakat Indonesia mengkumandankan  pesta demokrasi sebagai pesta rakyat, yang memiliki hak suara dalam memilih pembesar "(eksekutif legislatif) di situlah letak mengkebiri hak rakyat dengan menjalankan transaksi jual beli suara serta memperlakukan rakyat sebagai tempat memamerkan kekayaan untuk kepentingan sementara yang seharusnya di perhadapkan dengan hukum sebagai panglima tertinggi di republik ini.

Maka dari situ lahir bahasa trend jaman now " siapa kaya, dia menang politik", tanpa melihat kemampuan,  moral, dan integritas sebagai landasan utama seorang pemimpin dalam memimpin. Pada poin inilah justru para aktor politik melecehkan dirinya, termasuk martabat pemerintah dan rakyat Indonesia secara keseluruhan dalam menjaga kearifan lokal dan semangat kekeluargaan yang selama berpuluh -puluh tahun kita kibarkan dan lestarikan dalam mengisi proses keberlangsungan hidup masyarakat indonesia. 

Dengan politik uang, eksistensi dan kesucian demokrasi akan terkikis habis, terpenjara, termakan oleh janji busuk elit politik serta, melegitimasi kejayaan pada kaum kapitalis dan menarik panjang tali penindasan pada kaum marginal.

Penulis adalah, Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua periode 2017-2018.



COMMENTS

Nama

''Untuk Gereja dan Tanah Air,6,#72thnber-PMKRI,2,#Bergelimang,1,#Gerejalokal,1,#hidup & Sastra,1,#Kita_Indonesia,31,#MABIM2019,3,#NKRI,1,#Pemilu2019,2,#Penulisbuku,1,#Pilpres2019,8,#ProEcclesiaEtPatria,5,#Regulasi,1,#RetNas,1,#RUUPesantrendanPendidikanKeagamaan.,1,#SalamBhineka,2,Agama,1,Agus,1,Agustina Doren,3,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Alboin Samosir,2,Alfred R. Januar Nabal,2,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Anis Baswedan,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,bakti sosial,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,2,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,Berita,6,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,16,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,3,Bhumibol,1,BKN,1,Bogor,1,Bogor Tolak Khilafah,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Bupati Lembata,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,3,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,CPNS,1,Daerah,36,Deklarasi Kebangsaan,1,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desa Bantala,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dialog Kultural,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Dies Natalis ke-72,2,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,Dominikus Dowo Koten,1,DPC PMKRI Malang,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Efraim Mbomba Reda,3,Ekologi,1,Eksekusi,1,Epenk Djawang,2,Era 4.0,1,Erens Holivil,1,ESDM,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Flores Timur,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Forum Temu Kebangsaan 2019,1,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,Glen Fredly,1,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Greget,1,Guru PNS,1,GUSDURian,1,Gusma,1,Habib Riziq,1,Hari HAM,5,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,3,Hari Valentine,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,HIMAPEN JABODETABEK,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,2,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Intergritas,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,Jembatan Waima,1,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jokowi.,1,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,4,Kabar IMCS,1,Kabar Komda III PMKRI,2,Kabar PMKRI,11,Kabar PMKRI Ambon,4,kabar PMKRI Bengkulu,1,Kabar PMKRI Bogor,2,Kabar PMKRI Bogor.,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Jambi,1,Kabar PMKRI Makassar,4,Kabar PMKRI Malang,4,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,2,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,6,Kabar PMKRI Pematangsiantar,5,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,5,Kabar PMKRI Samarinda,7,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Surabaya,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Katolik,1,Keberagaman,1,Keberagaman #KitaIndonesia,2,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kekerasan Seksual,1,Kembalikan,1,Kemendes PDTT,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,KOMDA SUMBAGUT,1,Komnas HAM,2,Komnas Perempuan,1,Komputer,1,KontraS,1,Kornelis Kedamen,1,Korupsi,2,KP PMKRI Pematangsiantar,1,KPK,4,Kristianitas,1,KWI,1,Lamahala,1,Launcing buku,1,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Literasi Digital,1,Logo PMKRI,1,LOKNAS TO PMKRI,2,Lulung,1,Mabim PMKRI Pontianak,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mario Fernandez,1,Mario Yosryandi Sara,2,Mars Wera,1,Maruarar Sirait,1,Marz Wera,1,Masa Bimbingan,2,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Melchias Mekeng,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Milenial,1,Militan,2,Militer,1,MPAB,3,MPAB PMKRI Ruteng,1,MPAB/MABIM,2,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Nagekeo,1,Narkoba,1,Nasional,82,Natal 2018,1,Natal Bersama Kota Bogor.,1,Natalius Pigai,1,Nawacita Jokowi,2,Nawacita Jokowi Gagal,1,New York,3,Ngada,1,NKRI,1,NTT,3,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,69,Orang Muda,1,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Parno S. Mahulae,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pelantikan DPC,2,Pembangunan,1,Pemboman,2,Pemkot Malang,1,Penangguhan,1,Pendidikan Politik,1,Penembakan Anggota PMKRI,1,Perbedaan,1,Perbup,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,5,Pius Yolan,1,PKB,1,PLTP Mataloko,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI Alor,1,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Ende,3,PMKRI Jajakan Kota Batam,1,PMKRI Jakarta Pusat,5,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,8,PMKRI Larantuka,1,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,5,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Padang,1,PMKRI Palembang,1,PMKRI Palu,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Pontianak,1,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Surabaya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,12,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Prostitusi Online,2,Puisi,15,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Retret Nasional,1,Rikard Djegadut,1,Rinto Namang,2,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,4,RUAC,1,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,RUU PKS,1,Sadar dan Terlibat,1,Sajak Epik,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Samarinda.,1,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Stop Kekerasan Terhadap Perempuan,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tahun Baru 2019,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,2,Thomson Sabungan Silalahi,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Universal,1,Uskup Kupang,1,Uskup Malang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,8,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,4,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Asas Demokrasi VS Politik Uang
Asas Demokrasi VS Politik Uang
Dengan politik uang, eksistensi dan kesucian demokrasi akan terkikis habis, terpenjara, termakan oleh janji busuk elit politik serta, melegitimasi kejayaan pada kaum kapitalis dan menarik panjang tali penindasan pada kaum marginal.
https://2.bp.blogspot.com/-L-L2to9Xd94/WsylhQXZhZI/AAAAAAAAAeY/Bsgh9dtiIY8WRmz3SeuwyAx-NzIF6TvpACLcBGAs/s640/jemi%2Bbere.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-L-L2to9Xd94/WsylhQXZhZI/AAAAAAAAAeY/Bsgh9dtiIY8WRmz3SeuwyAx-NzIF6TvpACLcBGAs/s72-c/jemi%2Bbere.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2018/04/asas-demokrasi-vs-politik-uang.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2018/04/asas-demokrasi-vs-politik-uang.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy