Indonesia Tanpa Aparat Keamanan

Efisiensi rezim kepemimpinan mengalami diskreditasi. Seperti yang pernah disampaikan oleh filsuf Karl Raimon Poper, melalui teori falsifikasi, bahwa sebuah kebenaran hanya akan diraih apabila ada kritikan. Tanpa kritikan, kebenaran hanya akan bersifat semu.

Foto. Dok. Pribadi
Oleh: Rendy Stevano

Kebatilan isi tubuh era demokrasi menyebabkan luka dalam bagi banyak orang. Rekonstruksi kejadian pada era baru (zaman otoriter) seringkali dipertontonkan oleh para pemegang kendali sistem demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga hari-hari ini. Paling tidak berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap mitra kritis pemerintah dalam hal ini kaum kritisme ialah sebagai contoh konkrit.

Prajurit yang bertugas menjaga keamanan dan ketenntraman kian hari dan perlahan mulai larut dalam pradigma berpikir yang keliru. Oleh karena pengambilan sikap semena-mena dari beberapa oknum yang justru merusak tatanan dari struktur regulasi yang berlaku. Konsep mematahkan pelaku demonstrasi ‘’dengan alibi atau didistorsi sebagai aksi keributan’’ dengan fisik tanpa berpikir dengan akal sehat, tidak sekedar menjadi asumsi belakang, tetapi lebih pada realitas konkret yang tak terbantahkan.

Misalkan, tindakan penyerangan secara represif terhadap peserta demonstran, merupakan pertunjukkan hilangnya integritas, profesionalitas, serta sikap kedewasaan mental dan pola pikir aparat keamanan kita. Akibat ulah bobrok dan sewenang-wenang tindakan para penegak hukum inilah yang menyebabkan kegelisaan mulai menjadi semacam gelagat mencurigakan yang justru mengganggu kehidupan masyarakat. Fungsi kontrol dalam hal menjaga keamanan dan ketentraman telah diabaikan. Dari kurik inilah kredibilitas para penegak hukum menurun drastis. Predikat pengayom masyarakat yang disandangnya patut dipertanyakan.

Kritikan publik justru dibungkam secara fisik dan label kawanan penjaga ketertiban. Kenyamanan kaum intelektual sebagai pelaku tumbangnya penguasa opotunis menjadi terancam. Ini dibuktikan dengan beberapa peristiwa yakni penganiayaan aktivis cipayung (GMNI, PMKRI dan PMII) Maumere oleh beberapa oknum kepolisian resort Sikka dua tahun silam, pemukulan kader PMKRI Ende oleh Pol PP dua tahun terakhir, berlanjut ke PMKRI Ruteng setahun berlalu, di Palopo ada pelecehan juga pemukulan anggota PMKRI Palopo baru dua bulan lalu, dan deretan peristiwa yang sama di berbagai daerah. Aspirasi masyarakat akhirnya berujung buntu. Karena ruang dialog sebagai jalan memberikan aspirasi dibentengi dengan cara yang represif. 

Kondisi real yang diuraikan diatas, kian menciptakan konspirasi yang makin marak antara lembaga yudikatif dan eksekutif, yudikatif dan legislatif, yudikatif dan pemilik modal, serta berbagai bentuk konspirasi lainnya yang masih menjadi isu-isu publik. Saksikan saja contoh-contoh kasus yang hari-hari ini beredar di media baik massa maupun elektronik.

Efisiensi rezim kepemimpinan mengalami diskreditasi. Seperti yang pernah disampaikan oleh filsuf Karl Raimon Poper, melalui teori falsifikasi, bahwa sebuah kebenaran hanya akan diraih apabila ada kritikan. Tanpa kritikan, kebenaran hanya akan bersifat semu. 

Pemimpin mesti merasakan persoalan krusial ini. Apabila dibiarkan, atau ia ikut terlibat didalamnya maka perkembangan bangsa hanya akan hidup dalam ruang imajinasi. Hampir tidak ada indikasi kuat kemajuan suatu daerah dari kancah nasional hingga tingkat desa. Bangsa ini hanya akan terperangkap dalam jurang yang sebenarnya diciptakan sendiri oleh otoritasnya. Hingga lahir pertanyaan reflektif, apakah keamanan dikubur dari bumi Indonesia? Atau apakah perlu adanya daur ulang sistem operasi keamanan kita?

Penulis adalah, Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Cab. Maumere St. Thomas Morus Periode 2016/2017

COMMENTS

Nama

#Kita_Indonesia,15,#Pilpres2019,3,#RUUPesantrendanPendidikanKeagamaan.,1,Agama,1,Agus,1,Agustina Doren,2,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Alfred R. Januar Nabal,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Anis Baswedan,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,Berita,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,16,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,Bogor Tolak Khilafah,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Bupati Lembata,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,3,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,Daerah,27,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desa Bantala,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Epenk Djawang,1,Era 4.0,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Flores Timur,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Greget,1,GUSDURian,1,Gusma,1,Habib Riziq,1,Hari HAM,3,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,3,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,Jembatan Waima,1,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,3,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,11,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,Kabar PMKRI Bogor.,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Jambi,1,Kabar PMKRI Makassar,3,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,2,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,5,Kabar PMKRI Pematangsiantar,2,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,5,Kabar PMKRI Samarinda,4,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Katolik,1,Keberagaman #KitaIndonesia,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kekerasan Seksual,1,Kembalikan,1,Kemendes PDTT,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,Komnas HAM,2,Komputer,1,KontraS,1,Korupsi,1,KPK,4,KWI,1,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mabim PMKRI Pontianak,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mario Fernandez,1,Mario Yosryandi Sara,1,Mars Wera,1,Marz Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,MPAB,3,MPAB PMKRI Ruteng,1,MPAB/MABIM,1,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,79,Natalius Pigai,1,Nawacita Jokowi,1,Nawacita Jokowi Gagal,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,52,Orang Muda,1,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Penembakan Anggota PMKRI,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,4,PKB,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI Alor,1,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Ende,3,PMKRI Jakarta Pusat,2,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,7,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,4,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Palembang,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Pontianak,1,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,10,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,13,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,3,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,2,Thomson Sabungan Silalahi,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,8,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,4,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Indonesia Tanpa Aparat Keamanan
Indonesia Tanpa Aparat Keamanan
Efisiensi rezim kepemimpinan mengalami diskreditasi. Seperti yang pernah disampaikan oleh filsuf Karl Raimon Poper, melalui teori falsifikasi, bahwa sebuah kebenaran hanya akan diraih apabila ada kritikan. Tanpa kritikan, kebenaran hanya akan bersifat semu.
https://3.bp.blogspot.com/-WQiSc4xOgRo/WstlwbWN-AI/AAAAAAAAAeI/X9M_GnyP95cclwl_HuC3sKxfXBQssa4zQCEwYBhgL/s640/rendi.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-WQiSc4xOgRo/WstlwbWN-AI/AAAAAAAAAeI/X9M_GnyP95cclwl_HuC3sKxfXBQssa4zQCEwYBhgL/s72-c/rendi.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2018/04/indonesia-tanpa-aparat-keamanan.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2018/04/indonesia-tanpa-aparat-keamanan.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy