71 Tahun PMKRI: Mempertegas ‘’Kita Indonesia’’

71 tahun ber-PMKRI, adalah kesadaran yang kita sadari sepenuhnya. Arti penting kehadirannya baik itu bagi gereja juga tanah air bagi kita yang singgah untuk tumbuh dan ditempa disana menjadi sebuah kisah perjalanan intelektual dan integritas pribadi.

Ket: Yuventus Prima Yoris Kago selaku Ketua Presidium PP PMKRI periode 2018-2020 sedang membacakan narasi Kita Indonesia sebagai gerakan moral PMKRI selama 2 tahun
JAKARTA, Verbivora.com- 71 tahun perjalanan dan pengalaman kita bersama dalam ber-PMKRI adalah sebuah proses memahami ruang dan berani untuk berpetualang dengan konteks. Bersamaan dengan itu, memahami waktu berarti berani untuk berpetualang dengan sebuah peradaban bangsa.

71 tahun ber-PMKRI, adalah kesadaran yang kita sadari sepenuhnya. Arti penting kehadirannya baik itu bagi gereja juga tanah air bagi kita yang singgah untuk tumbuh dan ditempa di sana menjadi sebuah kisah perjalanan intelektual dan integritas pribadi.

Dalam pidatonya, ketua PP PMKRI, Juventus Prima Yoris Kago, “Warisan perjuangan dalam menelusuri perjalanan PMKRI hingga kini, kami melihatnya dalam tiga fase perubahan. Pertama, Reformasi. Situasi dimana orang melihat sebuah sistem harus berubah karena segala sesuatu dibungkam, dan dikondisikan oleh otoritas. 

Namun satu hal yang lupa adalah sumber daya manusia masih tetap orang yang sama. Kedua, Revolusi. Tata kelolah sebuah sistem masih dipertahankan, namun sumber daya manusia harus berubah. 

Sistemnya tetap tapi orangnya dituntut untuk berubah dari cara kerja lama ke cara kerja baru. Soal revolusi ini kita diingatkan pada momen ketika seorang Jokowi dalam masa kampanyenya, menggagas dengan sangat bagus soal ‘’revolusi mental.’’

Lanjutnya, suatu langkah besar dalam sejarah politik bangsa Indonesia. Namun, Jokowi bersama pemerintahan lupa kalau Revolusi Mental itu artinya konsen pada pembangunan manusia. Kita lihat hari ini, faktanya beliau justru lebih konsen pada pembangunan infrastruktur. Ketiga, Transformasi. 

Situasi di mana perubahan menuntut berubahnya sebuah system sekaligus sumber daya manusianya. Soal ini, hari-hari ini banyak dibicarakan, bahkan tantangan terbesar bersamaan dengan ini adalah revolusi industry 4,0.


Foto bersama kelompok Cipayung
Dalam politik di sana ada megalomania, di sini hipokrasi. Di sana ada representasi, di sini ada manipulasi. Kekuasaan tanpa kuasa. Krisis reperesentasi membuat kekuasaan beralih dari strukturalis ke populisme. Sementara gerakan populisme dalam politik hari ini selalu membawa gelagat destruktif bagi persatuan bangsa kita. 

Di pedesaan masyarakat beramai kerjasama, sementara di metropolitan orang sibuk saling serang. Polarisasi identitas bertaburan dimana-mana ketika kontestasi politik menjelang. Itulah demokrasi kita hari ini.

Seperti isu yang sedang dibicarakan banyak orang hari-hari ini yakni RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Perppu. Dalam hal ini, kami sangat mengapresiasi kinerja DPR dan pemerintah yang berhasil mengesahkan UU tersebut.

Dalam ekonomi, tatanan ekonomi kita lebih fokus pada mekanisme pasar, sementara kita tidak punya konsep dan gagasan ekonomi yang jelas, yang ujungnya gampang terombang ambing oleh mekanisme pasar. Logika pasar akhirnya melumpuhkan logika sosial warga bangsa. 

Dalam agama, ada gejala dunia tafsir yang beralih dari ortodoksi ke heterodoksi. Akal sehat dan nalar dalam beragama dibungkam oleh tafsiran sesat dan dangkal. Identitas beragama yang kuat dalam bingkai doktrin tertentu justru membuat moralitas publik jadi rapuh. Karena agama sebagai tameng pembenaran atas berbagai tindakan destruktif.

Sementara romo Paulus Christian Siswantoko, mengatakan kehadiran PMKRI menjadi wadah serta jembatan untuk meneruskan suara Gereja. Apa yang menjadi suara Gereja itulah suara PMKRI. Konteks inilah yang tampak dalam seruan, “Pro Ecclesia Et Patria: untuk gereja dan tanah air.” 

PMKRI harus menjadi wahana intelektual dan pembinaan karakter individu demi masa depan yang lebih baik. Dalam kotbahnya, beliau mengatakan tanggal kelahiran PMKRI itu dipilih bertepatan dengan hari Pentekosta. Pesannya dalam konteks ini, saya rasa kita memahaminya.

"Namun pada sisi lain, apa yang menjadi suara PMKRI belum tentu suara Gereja. Ini demi menjaga independensi PMKRI", tutur Sekretaris Komisi Kerawam KWI tersebut.

Muliawan Margadana yang mewakili Depertim dalam kesempatan yang sama, “kita patut bersyukur atas usia yang ke-71. Saya meyakini bahwa perjalanan panjang ini karena kita punya integritas dan independensi. 

Begitu banyak godaan, ajakan, dan mungkin sogokan yang datang, namun kita tetap solid dengan nilai-nilai yang kita yakini bersama. Kita semua sadari itu hingga bisa bersama berkumpul dan merayakannya hari ini.



Di usia 71 tahun PMKRI ini, tantangan terbesarnya adalah kita hidup diera komunitas aktual versus komunitas virtual. Karena komunikasi sosial terasing dan realitas. Dunia maya gampang menipu, bahkan pada titik tertentu menjadi instrumen untuk doktrin ideologi. Konteks inilah yang menjadi refleksi bagi PMKRI untuk merumuskan gagasan, isu dan gerakan dua tahun kedepan.

Sebab, para pendiri bangsa ini menyiratkan pesan sejarah kepada kita bahwa kemerdekaan itu soal siasat intelektual. Soal strategi berbahasa. Politikus dan para pejuang menelusuri proses perjuangan melalui satu bingkai intelektual dan kesimpulan yang sama, yaitu kemerdekaan adalah tindakan pedagogis.

‘’Simpulnya dalam konteks ini sangat jelas dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika, tentang kita Indonesia. Karena setiap orang boleh silih berganti datang dan pergi, namun ada yang harus tetap tinggal dan hidup sebagai ingatan sosial kolektif. 

Sebab, bangsa ini didirikan diatas beragam identitas, yang tampil apik dari Barat hingga Timur, terlukis indah dari Utara hingga Selatan, berderet makna dari Sabang sampai Mearuke, dan bertabur warna dari Miangas hingga Rote.’’

Begitulah kutipan narasi #Kita_Indonesia yang menjadi seruan moral dalam gerakan PMKRI dua tahun kedepan yang ditanda tangani oleh kelompok cipayung dan ormas lainnya, alumni PMKRI, dan beberapa tokoh yang hadir. (y/s)



COMMENTS

Nama

#Kita_Indonesia,7,#Pilpres2019,2,Agama,1,Agus,1,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,13,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,2,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,Daerah,24,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,GUSDURian,1,Habib Riziq,1,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,2,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,10,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Makassar,2,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,1,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,3,Kabar PMKRI Pematangsiantar,1,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,4,Kabar PMKRI Samarinda,3,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kembalikan,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,Komnas HAM,1,Komputer,1,KontraS,1,Korupsi,1,KPK,3,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mars Wera,1,Marz Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,MPAB,2,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,79,Natalius Pigai,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,44,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,4,PKB,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Ende,2,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,7,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,4,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Palembang,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,8,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,11,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,2,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,1,Thomson Sabungan Silalahi,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,6,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,2,
ltr
item
VERBIVORA.COM: 71 Tahun PMKRI: Mempertegas ‘’Kita Indonesia’’
71 Tahun PMKRI: Mempertegas ‘’Kita Indonesia’’
71 tahun ber-PMKRI, adalah kesadaran yang kita sadari sepenuhnya. Arti penting kehadirannya baik itu bagi gereja juga tanah air bagi kita yang singgah untuk tumbuh dan ditempa disana menjadi sebuah kisah perjalanan intelektual dan integritas pribadi.
https://4.bp.blogspot.com/-IB5IaGPHiYs/WwkKQFw7r6I/AAAAAAAAAz4/UIuguOPlchUqiji7W7wKgHhrWoud5D9tgCEwYBhgL/s640/_MG_2945.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-IB5IaGPHiYs/WwkKQFw7r6I/AAAAAAAAAz4/UIuguOPlchUqiji7W7wKgHhrWoud5D9tgCEwYBhgL/s72-c/_MG_2945.JPG
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2018/05/71-tahun-pmkri-mempertegas-kita.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2018/05/71-tahun-pmkri-mempertegas-kita.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy