Menuju Masyarakat Bebas Hoax

Bangsa kita memang sedang dihujam oleh HOAX. Akibatnya, kita tidak bisa membedakan lagi antara kebenaran dan kepalsuan, terutama dalam hal politik dan ekonomi.


Foto. https://3.bp.blogspot.com/-inELg-hAeOI/WvFN87aILwI/AAAAAAAAAwI/AHW74OUr15olhxJTL-pO5bq7oiyRKSrcgCLcBGAs/s640/hoax.jpg
Bangsa kita memang sedang dihujam oleh HOAX. Akibatnya, kita tidak bisa membedakan lagi antara kebenaran dan kepalsuan, terutama dalam hal politik dan ekonomi. Keputusan yang kita buat pun, misalnya dalam hal Pilkada, tidak lagi jernih. Perpecahan di dalam hidup bersama menciptakan keresahan di dalam hidup sehari-hari.

Apa itu hoax?
Hoax adalah penipuan yang bersifat menghina, berlebihan dan penuh dengan fitnah yang kemudian menjadi perhatian masyarakat secara luas. Hoax memuat orang bingung. Orang tak bisa lagi membedakan antara kenyataan dan penipuan. Pada tingkat yang paling parah, Hoax tidak hanya bisa menghancurkan nama baik seseorang, tetapi juga hidupnya.

Pada tingkat sosial, hoax mengalihkan masyarakat dari masalah sebenarnya. Masyarakat lalu terjebak pada pembicaraan yang dangkal, (seperti ribut soal LGBT, padahal korupsi terlupakan) serta mengabaikan masalah yang seharusnya diatasi bersama. 

Pada tingkat yang paling parah, hoax bisa memicu perang saudara dan pembunuhan massal, misalnya dengan menggunakan isu agama untuk menciptakan ketegangan dan konflik. Indonesia mengalami ini pada 1965 lalu, ketika jutaan anggota Partai Komunis Indonesia dan dan keluarganya dibunuh, tanpa dasar hukum dan keadilan apapun.

Hoax dan Pemikiran Kritis
Lalu, apa bedanya hoax dengan candaan semata? Hoax biasanya menciptakan ketakutan dan perpecahan di dalam hidup bersama. Candaan menciptakan rasa lucu. Sementara, Hoax menghadirkan rasa takut yang bermuara pada benci.

Jika orang percaya pada Hoax, itu adalah kesalahannya. Artinya, karena ia tak berpikir kritis, dan serba percaya begitu saja, maka ia terjerat hoax. Tentu saja, pencipta dan penyebar hoax juga bersalah. Namun, ketika masyarakat luas mampu berpikir secara kritis, hoax akan hilang secara alami.

Di dalam masyarakat yang miskin pemikiran kritis, hoax dengan mudah tersebar dan dipercaya. Pikiran kritis tidak sama dengan kecerdasan. Orang bisa saja cerdas, namun tak berpikir kritis. 

Berpikir kritis berarti mempertanyakan semua yang ia terima, sebelum melihatnya sebagai fakta. Cerdas bisa jadi cepat memahami dan menghafal sesuatu, tetapi tidak mempertanyakannya terlebih dahulu.

Dua Sisi Hoax
Ada dua hal yang perlu diperhatikan disini. Pertama, hoax kerap kali tersebar di masyarakat yang terbuka untuk penyebaran informasi. Di dalam masyarakat tertutup, hoax sudah disaring oleh penguasa, sebelum tersebar ke masyarakat luas. Menyebarnya hoax, dalam arti tertentu, bisa menjadi tanda keterbukaan sebuah masyarakat.

Kedua, hoax bisa juga menjadi bagian dari pendidikan masyarakat. Masyarakat dilatih untuk berpikir kritis, yakni untuk membedakan apa yang nyata dan apa yang bukan dengan menggunakan nalar mereka. Seperti semua bentuk pendidikan, ini juga membutuhkan proses. 

Terkadang, kita tidak bersabar dengan proses mengembangkan dan menggunakan nalar sehat di dalam hidup bersama, serta justru tenggelam dalam hoax.

Mengapa Terjadinya Hoax?
Hoax hadir di masyarakat, karena setidaknya empat sebab. Pertama, hoax adalah alat untuk mencari dukungan politik. Di dalam kajian ilmu politik, ini disebut juga politik demagog, yakni politik merebut kekuasaan dengan menyebarkan fitnah, penipuan dan ketakutan di masyarakat luas. 

Indonesia sudah memiliki banyak pengalaman tentang ini, mulai dari pembantaian Partai Komunis Indonesia 1965 lalu, sampai dengan Pilkada Jakarta 2017.

Dua, hoax hadir untuk memecah belah masyarakat. Perbedaan agama, suku, ras dan aliran politik dijadikan alat untuk memecah. Masyarakat yang terpecah adalah masyarakat yang lemah. Setelah lemah, ia lalu bisa dengan mudah ditaklukkan oleh kekuatan asing. Inilah taktik adu domba yang amat efektif untuk meraih kekuasaan dengan cara-cara curang di dalam politik.

Tiga, hoax juga efektif digunakan untuk memenangkan persaingan bisnis. Kita hidup di masa globalisasi, dimana kompetisi bisnis antar perusahaan dan antar negara amatlah kuat. Yang menang bisa memperoleh segalanya, dan yang kalah harus siap kehilangan segalanya. Di dalam suasana seperti ini, taktik curang dengan penyebaran fitnah untuk mengalahkan lawan bisnis adalah hal yang biasa dilakukan.

Keempat, hoax juga disebar, karena iri hati atas keberhasilan seseorang. Dalam hal ini, hoax lalu menjadi alat untuk pembunuhan karakter, supaya orang lain mengalami kegagalan. Ini sangat mudah ditemukan di era sosial media sekarang ini. Fitnah terhadap orang yang berhasil diciptakan oleh orang-orang yang kalah dan iri hati, guna menjatuhkan mereka.

Lalu Bagaimana?
Jika kita sudah paham arti dari hoax, termasuk sebab dan sisi-sisi lain dari hoax tersebut, apa yang bisa dilakukan? Ada tiga hal yang kiranya bisa dilakukan. Pertama, pemikiran kritis harus menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Pendek kata, berpikir kritis haruslah menjadi jalan hidup di Indonesia, sehingga hoax kehilangan kekuatannya di masyarakat.

Dua, dalam hal ini, berpikir kritis bisa dipahami sebagai himbauan untuk tidak gampang percaya pada apapun. Disini dibutuhkan nalar yang cukup sehat dan kuat, guna menguji secara informasi yang tersebar di masyarakat luas. 

Sistem pendidikan nasional harus mengedepankan nalar sehat sebagai titik tolaknya, dan bukan kepatuhan buta pada tradisi, baik tradisi agama ataupun budaya setempat. Hanya ketika nalar sehat berkembang, berpikir kritis menjadi sesuatu yang tumbuh secara alami.

Tiga, sebagian besar masyarakat Indonesia begitu mudah percaya ada gosip. Hal ini seolah menjadi budaya. Diperlukan upaya untuk bergerak melampaui budaya semacam ini, supaya hoax tidak lagi memiliki kekuatan untuk menipu masyarakat luas. Tradisi, kebiasaan dan budaya memang menjadi bagian penting dari identitas sosial masyarakat. 

Namun, kehadirannya perlu untuk ditanggapi secara kritis terus menerus dengan menggunakan nalar sehat, supaya bisa menanggapi perubahan jaman secara tepat.

Hanya dengan begini, masyarakat bebas hoax bisa diwujudkan. Di dalam masyarakat semacam ini, hoax masih tetap ada dan tersebar. Namun, ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk menipu dan memecah belah masyarakat, apalagi mempengaruhi kebijakan politik. Hoax menjadi candaan semata, atau sisa kenangan masa lalu yang kelam.

Penulis: Imanuel Turot, Presidium Hubungan Perguruan Tinggi PMKRI Cabang Yogyakarta

COMMENTS

Nama

#Kita_Indonesia,15,#Pilpres2019,3,#RUUPesantrendanPendidikanKeagamaan.,1,Agama,1,Agus,1,Agustina Doren,2,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Alfred R. Januar Nabal,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Anis Baswedan,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,Berita,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,16,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,Bogor Tolak Khilafah,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Bupati Lembata,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,3,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,Daerah,27,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desa Bantala,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Epenk Djawang,1,Era 4.0,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Flores Timur,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Greget,1,GUSDURian,1,Gusma,1,Habib Riziq,1,Hari HAM,3,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,3,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,Jembatan Waima,1,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,3,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,11,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,Kabar PMKRI Bogor.,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Jambi,1,Kabar PMKRI Makassar,3,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,2,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,5,Kabar PMKRI Pematangsiantar,2,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,5,Kabar PMKRI Samarinda,4,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Katolik,1,Keberagaman #KitaIndonesia,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kekerasan Seksual,1,Kembalikan,1,Kemendes PDTT,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,Komnas HAM,2,Komputer,1,KontraS,1,Korupsi,1,KPK,4,KWI,1,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mabim PMKRI Pontianak,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mario Fernandez,1,Mario Yosryandi Sara,1,Mars Wera,1,Marz Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,MPAB,3,MPAB PMKRI Ruteng,1,MPAB/MABIM,1,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,79,Natalius Pigai,1,Nawacita Jokowi,1,Nawacita Jokowi Gagal,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,52,Orang Muda,1,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Penembakan Anggota PMKRI,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,4,PKB,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI Alor,1,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Ende,3,PMKRI Jakarta Pusat,2,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,7,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,4,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Palembang,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Pontianak,1,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,10,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,13,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,3,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,2,Thomson Sabungan Silalahi,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,8,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,4,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Menuju Masyarakat Bebas Hoax
Menuju Masyarakat Bebas Hoax
Bangsa kita memang sedang dihujam oleh HOAX. Akibatnya, kita tidak bisa membedakan lagi antara kebenaran dan kepalsuan, terutama dalam hal politik dan ekonomi.
https://3.bp.blogspot.com/-inELg-hAeOI/WvFN87aILwI/AAAAAAAAAwI/AHW74OUr15olhxJTL-pO5bq7oiyRKSrcgCLcBGAs/s640/hoax.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-inELg-hAeOI/WvFN87aILwI/AAAAAAAAAwI/AHW74OUr15olhxJTL-pO5bq7oiyRKSrcgCLcBGAs/s72-c/hoax.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2018/05/menuju-masyarakat-bebas-hoax.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2018/05/menuju-masyarakat-bebas-hoax.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy