PMKRI Samarinda: Negara Krisis Keamanan dan Berdiam Diri

Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cabang Samarinda melalui ketua presidium Silvester Hengki Sanan mengutuk keras tindakan pengeboman rumah ibadah dan beberapa tempat yang terjadi di Surabaya hingga menewaskan 21 jiwa yang terdiri dari 14 orang korban bom di Gereja, 3 orang bom Sidoarjo, 4 orang bom Polrestabes dan 43 jiwa korban luka-luka.



SAMARINDA,Verbivora.com- Berbicara teroris memang tidak ada habisnya karena memang pemerintah tidak mampu memangkas gerbong teroris hingga saat ini. Pemerintah dan instansi terkait seperti BIN, BNPT, POLRI, TNI dan lain-lain hanya hadir jika telah jatuh korban jiwa yang disebabkan oleh gerakan teroris yang mengatasnamakan agama tersebut.

Belum genap satu Minggu bentrokan yang terjadi di mako brimob hingga menewaskan lima korban dari anggota kepolisian, kini serangan kembali terjadi pada tanggal 13 Mei 2018 tepatnya pada tiga rumah ibadah yakni Gereja Santa Maria Nagel, Gereja Kristen Indonesia di jalan Diponegoro dan Gereja Pentakosta di jalan Arjuno, yang mana lokasi dari tiga titik ledakan adalah di Surabaya. Pada hari ini tanggal 14 Mei 2018 juga kembali terjadi tindakan yang serupa namun berada di Polrestabes Surabaya hingga terdapat korban sekitar 10 orang.

Itu artinya teroris mulai merangsak masuk kedalam lini pertahanan negara seolah ingin menelanjangi negara kita dari instansi keamanan.

Pada Senin dini hari sebelum peristiwa di Surabaya, pihak densus melakukan penangkapan seorang yang diduga teroris, tetapi kenapa penangkapan dilakukan setelah jatuh korban.

Namun sejauh ini kejadian tersebut masih dalam tindak lanjut dari pihak kepolisian karena memang berita yang beredar masih simpang siur.

Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cabang Samarinda melalui ketua presidium Silvester Hengki Sanan mengutuk keras tindakan pengeboman rumah ibadah dan beberapa tempat yang terjadi di Surabaya hingga menewaskan 21 jiwa yang terdiri dari 14 orang korban bom di Gereja, 3 orang bom Sidoarjo, 4 orang bom Polrestabes dan 43 jiwa korban luka-luka.

“Kami juga menekan pemerintah Republik Indonesia dan lembaga-lembaga terkait untuk terus bekerja ekstra guna memberantas gerakan-gerakan radikal tersebut jangan sampai hadir di saat sudah terdapat korban jiwa, kesannya seperti pahlawan kesiangan”, ungkap Silvester.

Untuk mendukung kerja yang ekstra,  Silvester menambahkan bahwa, “kami (DPC PMKRI Samarinda) juga mendorong agar pihak legislatif untuk segera merevisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Karena kami juga menganggap dengan adanya aturan perundang-undangan yang lemah, mengakibatkan pihak keamanan semakin sulit juga untuk membasmi gerakan-gerakan terosisme” tutur Silvester

Sekedar mengingat bahwa pascatragedi bom Bali 2002 yang kemudian melahirkan Perpu Nomor 1 Tahun 2002 dan kemudian keluar Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003.

Pada tanggal 24 Mei 2017 pun kembali terjadi serangan teroris di kampung Melayu Jakarta Timur yang juga menelan korban jiwa. Pada saat itu Presiden langsung menginstruksikan untuk segera merivisi Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 namun hingga kini tak kunjung memberi dampak positif.

Menko Polhukam, Wiranto yang pada saat itu mengumpulkan BNPT, BIN, Wakapolri Komjen Syafaruddin dan pejabat keamanan lainnya pada tanggal 26 Mei 2017 yang katanya untuk membahas payung hukum yang saat ini membuat aparat tak leluasa mencegah aksi teror di tanah air bahkan dia mengibaratkan tangan aparat seperti di borgol akibat Undang-Undang terorisme yang belum memadai. Sejatinya kami merasa aparat selalu kecolongan sehingga selalu jatuh korban jiwa tapi tak kunjung bergerak, negara selalu terlambat dalam bergerak.

DPC PMKRI Samarinda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan adanya gerakan-gerakan tak bermoral jadi jika terdapat berita atau informasi dari berbagai macam media mohon untuk tidak langsung disebarkan karena kebenarannya belum terbukti yang justru akan mengakibatkan isu provokasi, kepada seluruh elemen umat beragama juga agar bisa terus menjaga situasi tetap kondusif dan jangan menjadi penyebar kebencian tetapi menjadi penyejuk.


“Mari sama-sama kita menolak jika ada oknum-oknum yang ingin memanfaatkan kejadian ini sebagai ajang untuk mencari popularitas semata” tandas Silvester. 

COMMENTS

Nama

Agama,1,Agus,1,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,1,Berita PMKRI Pusat,13,Berita PMKRI Ruteng,1,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,2,Daerah,7,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Habib Riziq,1,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,1,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,2,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,9,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Makassar,2,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,1,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,2,Kabar PMKRI Pematangsiantar,1,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,3,Kabar PMKRI Samarinda,2,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kembalikan,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,15,Komnas HAM,1,Komputer,1,KontraS,1,Korupsi,1,KPK,2,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mars Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,74,Natalius Pigai,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,37,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres2019,2,PKB,1,PMII,1,PMKRI,36,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kupang,5,PMKRI Makassar,1,PMKRI Malang,2,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,3,PMKRI Peduli,1,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,4,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,7,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,1,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,4,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,1,
ltr
item
VERBIVORA.COM: PMKRI Samarinda: Negara Krisis Keamanan dan Berdiam Diri
PMKRI Samarinda: Negara Krisis Keamanan dan Berdiam Diri
Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia cabang Samarinda melalui ketua presidium Silvester Hengki Sanan mengutuk keras tindakan pengeboman rumah ibadah dan beberapa tempat yang terjadi di Surabaya hingga menewaskan 21 jiwa yang terdiri dari 14 orang korban bom di Gereja, 3 orang bom Sidoarjo, 4 orang bom Polrestabes dan 43 jiwa korban luka-luka.
https://4.bp.blogspot.com/-uLJJ5l1kDN0/WvrhZAKUPYI/AAAAAAAAAx4/coz7vXmHvJYRmVHspdaPyYcx0br8nUPbQCLcBGAs/s640/samarinda.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-uLJJ5l1kDN0/WvrhZAKUPYI/AAAAAAAAAx4/coz7vXmHvJYRmVHspdaPyYcx0br8nUPbQCLcBGAs/s72-c/samarinda.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2018/05/pmkri-samarinda-negara-krisis-keamanan.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2018/05/pmkri-samarinda-negara-krisis-keamanan.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy