Radikalisme dan Ancaman Bagi Pancasila

Pancasila yang semula menjadi acuan dalam hidup sehari-hari kini hanya tinggal narasi yang terpajang manis dinding-dinding kusam. Kasus yang terjadi belakangan ini seperti di Surabaya merupakan konsekuensi logis bahwa terjadinya pelemahan yang kian gencar dari penanaman nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat Indonesia.

Sumber ilustrasi: https://paganagari.dutadamai.id/wp-content/uploads/2017/08/Picture2-450x300.


Oleh: Donatus Juito Ndasung*
 
Setiap tanggal 1 Juni Indonesia merayakan hari lahirnya Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di rel sejarah Pancasila merupakan ideologi negara, Pendiri bangsa mencetus Pancasila bukan hanya sekedar lambang akan tetapi sebagai nilai dan pijakan dasar negara Indonesia yang memiliki keberagaman budaya, suku, ras dan agama, selain itu Pancasila merupakan indentitas atau ciri bangsa Indonesia yang hidup di tengah keberagaman. 

Proses perumusan pancasila tidaklah mudah, Soekarno sebagai aktor di balik lahirnya Pancasila sudah melihat jauh kedepan tentang konsep yang dibangunnya yaitu Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah melalui proses yang cukup panjang, terukur dan sistematis, Pancasila sebagai dasar negara telah dipertegas dan disebutkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 alinea keempat. Oleh karena itu kita sebagai warga negera Indonesia sudah menjadi kewajiban bersama untuk menjunjung tinggi Pancasila dan menjadikannya sebagai pedoman dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari. 

Pada hakikatnya Pancasila bagi Indonesia merupakan Ideologi negara yang terbuka. Artinya Pancasila sebagai dasar negara memberikan kebebasan seluas-luasnya bagi setiap masyarakat untuk bertindak sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan niLai-nilai yang tertuang dalam Pancasila itu sendiri.

Siapa yang tidak mengenal Pancasila? Saya berpikir kita semua mengenalnya karena Pancasila telah ditanamkan dalam hirarkis lembaga pendidikan kita mulai dari tingkat SD, SMP, SMA serta Perguruan Tinggi. Hampir setiap dinding sekolah juga dipajang lima butir Pancasila serta di setiap upacara bendara lima butir Pancasila selalu dibacakan dan diiukuti oleh peserta upacara. 

Di sekolah Pancasila tidak hanya diajarkan begitu saja oleh guru akan tetapi memberikan siswanya pemahaman mengenai Pancasila yang dikaitkan dengan proses kehidupan yang dialami oleh siswa dalam realitas kehidupan anak didik sehari-hari baik di rumah maupun dalam kehidupan sosialnya di msyarakat.

Radikalisme VS Pancasila
Belakangan ini Indonesia dilanda duka mendalam yang diawali dengan serangan gereja Santa. Lidwina pada tanggal 11 Februari lalu, aksi teror di Mako Brimob pada 08/05/18, teror Bom tiga gereja di Surabaya yakni, gereja Santa Maria tak Bercela, gereja kristen Indonesia, dan gereja Pentekosta pusat Surabaya, dan bom Sidoarjo pada tanggal 13/05/18, teror Mapolres Jawa Timur 14/05/18, dan Teror di Mapolda Riau pada 16/05/18. 

Dalam aksi teror ini tak sedikit nyawa yang diselamatkan. Rentetan peristiwa berdarah di atas membuat masyarakat Indonesia cemas, dan trauma atas kekejaman para terorisme yang memperlakukan korbanya dengan sangat keji. Inilah gambaran dan bentuk kebodohon, kebobrokan dan kekilafan yang tak dapat dipungkiri di dalam tubuh bangsa Indonesia. 

Pelbagai kalangan masyarakat termasuk negara menyesalkan kejadian yang terjadi di Surabaya dan beberapa tempat lainya di Indonesia hingga mereka turun aksi dan mengucapkan bela sungkawa terhadap korban teror. Negara Indonesia yang dikenal dengan keberagamanya kini tak bernapas pada tubuh persatuan.
 
Sekelompok orang telah merongrong persatuan bangsa dengan dalil ingin menguasai Indonesia seturut paham yang mereka anut. Para terorisme bergentyangan di mana-mana. Gelombang pemecah belah dan paham radikalisme tersebut kini telah menguat pada pribadi hingga pada tataran praktis kelompok yang meyakini ideologi yang berseberangan dengan Pancasila.

Apa itu radikalisme? Radilakasme adalah paham atau aliran yang radikal, politik. Paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial, politik dengan cara kekerasan atau drastis (KBBI Versi 2.0.0).  

Sejalan dengan pengertian yang tertuang dalam KBBI, kejadian teror yang terjadi di Surabaya dan di berbagai tempat lainnya di Indonesia merupakan ancaman yang serius bagi bangsa Indonesia yang menganut ideologi Pancasila sebagai dasar negara yang telah berkembang sejak Indonesia Merdeka. 

Ancaman ini merupakan tahap awal dari rekam jejak terorisme yang sudah menyelimuti NKRI. Adalah tanggungjawab bersama POLRI, TNI dan masyarakat dalam memerangi radikalisme dari bangsa Indonesia. 

Sebagai warga negara Inonesia kita mesti menghindari paham radikalisme karena pada prinsipnya memiliki paham radikal tidak membuat diri kita atau bangsa kita maju baik dari segi pendidikan, ekonomi, politik, dan lain sebagainya.

Nilai persatuan yang termaktub dalam sila ketiga Pancasila kini dilumuri oleh kecamuk badai radikal yang merasuk dan merusak semangat  jiwa persatuan bangsa Indonesia. Eksistensi Pancasila kian mengkhawatirkan dan mengalami degradasi. 

Pancasila yang semula menjadi acuan dalam hidup sehari-hari kini hanya tinggal narasi yang terpajang manis dinding-dinding kusam. Kasus yang terjadi belakangan ini seperti di Surabaya merupakan konsekuensi logis bahwa terjadinya pelemahan yang kian gencar dari penanaman nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat Indonesia.

Merawat Pancasila Menangkal Radikalisme
Seperti halnya kita merawat diri kita sendiri, Pancasila sebagai falsafah negara juga perlu dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Nilai yang terkandung dalam Pancasila sangatlah efektif dan masih relevan dalam konteks kekinian untuk membangun bangsa Indonesia dari keterpurukan yang dialami masyarakat Indonesia pada saat ini baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun politikdan berharap bangsa ini tetap berdiri kokoh di bawah panji Pancasila. 

Dalam konteks Inondonesia yang memiliki keberagaman adalah modal dasar yang mesti kita rawat demi menjaga persatuan dengan cara menghormati satu sama lain, saling memberi pemahaman terhadap sesama mengenai lima butir Pancasila, memfilter budaya asing yang masuk di Indonsia serta memelihara sikap kejujuran dan bertanggungjawab.

Sedangkan untuk mencegah radikalisme adalah negara mesti hadir dalam konstelasi kehidupan manusia yang memiliki latar belakang yang berbeda, memperbaiki sistem pemerintahan yang tidak sesuai dengan etika kehidupan berbangsa dan bernegara, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai literasi media yang menggaungkan narasi persatuan bagi masyarakat yang tidak memiliki wawasan yang cukup, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak pro pada marwah persatuan, serta tidak menanamkan ideologi lain selain Pancasila.
 
Mari, kita sebagai warga negara Indonesia merawat keberagaman, merawat persatuan demi terwujudnya Indonesia yang Pancasilais. NKRI Harga Mati Kita adalah Pancasila

*Penulis adalah Presidium Gerakan Kemasyaratan PMKRI Cabang Ruteng

COMMENTS

Nama

Agama,1,Agus,1,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,1,Berita PMKRI Pusat,13,Berita PMKRI Ruteng,1,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,2,Daerah,5,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Habib Riziq,1,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,1,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,2,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,9,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Makassar,2,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,1,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,2,Kabar PMKRI Pematangsiantar,1,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,3,Kabar PMKRI Samarinda,2,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,1,Kasidi,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kembalikan,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,15,Komnas HAM,1,Komputer,1,Korupsi,1,KPK,2,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mars Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,74,Natalius Pigai,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,36,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres2019,2,PKB,1,PMII,1,PMKRI,35,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kupang,5,PMKRI Malang,2,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,3,PMKRI Peduli,1,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,4,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,7,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,1,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,4,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,1,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Radikalisme dan Ancaman Bagi Pancasila
Radikalisme dan Ancaman Bagi Pancasila
Pancasila yang semula menjadi acuan dalam hidup sehari-hari kini hanya tinggal narasi yang terpajang manis dinding-dinding kusam. Kasus yang terjadi belakangan ini seperti di Surabaya merupakan konsekuensi logis bahwa terjadinya pelemahan yang kian gencar dari penanaman nilai-nilai Pancasila dalam diri masyarakat Indonesia.
https://1.bp.blogspot.com/-TwtnFqBtBwk/WxBi8i4FacI/AAAAAAAAA1U/Q_rc1TnY_Xseje89UUbcb2_J59W2MO6fwCLcBGAs/s640/radikalisme.png
https://1.bp.blogspot.com/-TwtnFqBtBwk/WxBi8i4FacI/AAAAAAAAA1U/Q_rc1TnY_Xseje89UUbcb2_J59W2MO6fwCLcBGAs/s72-c/radikalisme.png
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2018/06/radikalisme-dan-ancaman-bagi-pancasila.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2018/06/radikalisme-dan-ancaman-bagi-pancasila.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy