Arah Transformasi Organisasi (PMKRI) di Era Disrupsi

Teknologi telah berproses bersama-sama dan menjadi bagian dari kebudayaan manusia. PMKRI (baca: organisasi) sebagai bagian dari entitas kebudayaan yang lebih besar tidak mungkin dipisahkan dari teknologi dan perkembangannya.


Ket. Alfred Januar Nabal (Foto: Istimewa)
Oleh: Alfred R. Januar Nabal*

Sejak tahun 2005, dunia global dikenalkan dengan satu konsep dalam hal pengembangan dan pengelolaan kota. Konsep kota cerdas, atau smart city dipandang sebagai konsep mutakhir dalam hal penataan kota yang dipengaruhi oleh perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang begitu pesat. Allwinkle dan Cruickshank (2007) menempatkan teknologi sebagai determinan penting dalam pengembangan konsep smart city ini.

Munculnya konsep smart city ini dilatarbelakangi oleh beragam fenomena sosial yang mengisi kehidupan perkotaan. Pertambahan jumlah penduduk yang signifikan dari tahun ke tahun, baik karena kelahiran maupun urbanisasi menyebabkan menurunnya performa kota. Terlebih, keterbatasan sumber daya perkotaan dalam mengelola fenomena sosial ini mengakselerasi penurunan performa kota. Kita menyaksikan munculnya pemukiman-pemukiman kumuh, masalah limbah dan polusi, kemacetan lalu lintas, degradasi lingkungan, dan sebagainya.

Prinsip utama penataan kota menggunakan konsep smart city terletak pada kemampuan sebuah kota dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mengintegrasikan seluruh aspek kehidupan perkotaan, antara lain ekonomi, pemerintahan, lingkungan, sumber daya manusia, mobilitas, dan kehidupan masyarakat. Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadi instrumen yang membantu meningkatan performa-perfoma kota.

Kita menyaksikan kota Amsterdam mampu menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mengatasi persoalan polusi, atau kota Tallim di Estonia yang memanfaatkan perkembangan teknologi dalam mewujudkan transparansi pemerintahannya dan pelayanan di masyarakatnya. Sementara itu di Songlo (Korea Selatan), Teknologi Informasi dan Komunikasi menjadikan kota tersebut sebagai pusat bisnis internasional. 

Di Indonesia, keberhasilan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam menata kota diperlihatkan oleh kota Bandung dan kota Surabaya. Kota Bandung bahkan menjadi finalis World Smart City dalam ajang Smart City Expo World Congress pada tahun 2015. Sementara kota Surabaya meraih penghargaan nasional di ajang Smart City Award tahun 2011 oleh Warta Ekonomi dan Warta e-Gov. 

Teknologi dan Disrupsi

Kita perlu menyepakati, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah memicu perubahan yang sangat fundamental dalam pola hidup, kerja, dan relasi manusia. Ia mampu memangkas jarak dan waktu dalam kehidupan manusia, sehingga dinamika dan perubahan-perubahan terjadi sangat cepat. Implikasinya, kita semua dituntut untuk bergerak cepat atau lebih cepat. Bergerak lambat dalam arus perubahan yang serba cepat hanya berarti kekalahan, lalu mati. Dua pilihan, bergerak cepat atau lebih cepat hanya dapat dilakukan jika kita mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Konsep Smart City yang telah dipraktekkan di banyak kota bisa kita kategorikan sebagai salah satu bentuk adaptasi dan kolaborasi  dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang paling berhasil.

Perubahan fundamental lain yang lahir dari Teknologi Informasi dan Komunikasi ini terwujud dalam Revolusi Industri 4.0. Kemajuan teknologi baru (baca: digitalisasi) telah melahirkan satu fenomena baru yang memaksa kita untuk terlibat di dalamnya. Fenomena yang kerap disebut sebagai disrupsi ini menjadi fenomena yang tidak terpisahkan dengan revolusi industri 4.0.

Di bidang bisnis, kita menyaksikan pertarungan antara taksi konvensional versus taksi online dan ojek pangkalan versus ojek online. Perubahan lainnya, seperti penggunaan aplikasi berbasis internet yang dimanfaatkan oleh pebisnis-pebisnis ritel untuk memasarkan produk-produknya. Atau, fenomena uber yang mengancam pemain-pemain besar industri transportasi di seluruh dunia, atau disrupsi yang dilakukan Tokopedia dan Bukalapak menyebabkan bangkrutnya lapak-lapak konvensional di pusat-pusat perbelanjaan.

Tidak hanya di bidang bisnis, fenomena disrupsi karena teknologi baru juga merambah ke dalam aspek-aspek organisasi yang bergerak di bidang sosial. Keberhasilan kitabisa.com dalam memanfaatkan teknologi untuk menggalang dana-dana sosial dan kemanusiaan mengalahkan pola-pola gerakan konvensional, baik dari segi skala, jumlah, pengaruh, maupun kuantitas orang yang terlibat. Atau, gerakan-gerakan yang mengkritisi penyelenggara negara lebih efektif menggunakan gerakan media seperti petisi-petisi di change.org, hastag-hastag di media sosial, dan quotes dibandingkan gerakan-gerakan konvensional seperti demonstrasi.

Baik keberhasilan smart city, kelompok bisnis berbasis digital, maupun gerakan sosial berbasis digital yang telah diuraikan di atas memiliki satu kesamaan pola, yaitu kemampuan mereka untuk beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi.    

Transformasi (PMKRI) di Era Disrupsi

Transformasi merupakan sebuah keharusan dan tetap menjadi keniscayaan dalam menghadapi fenomena disrupsi. Jika tidak, sebuah entitas; entah individu, organisasi profit, ataupun organisasi non profit akan terdisrupsi oleh entitas-entitas serupa lainnya yang mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kerja-kerjanya. Selain itu, Teknologi Informasi dan Komunikasi juga  menjadi pemicu utama (sebagai tools) untuk dilakukannya perubahan terencana, menyeluruh, dan fundamental menuju keadaan yang lebih baik. Hal ini wajib untuk dilakukan, karena revolusi teknologi yang sedemikian pesat telah mengubah secara fundamental cara hidup, bekerja, dan relasi individu dan organisasi dalam berhubungan satu sama lain.

Transformasi di era disrupsi memiliki satu karateristik utama. Transformasi ini perlu diarahkan pada kemampuan (baik secara individu maupun organisasi) untuk beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Daya adaptasi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan individu dan organisasi dalam mencapai visi dan misi di era disrupsi ini.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (disingkat PMKRI) merupakan satu organisasi yang tidak luput dari fenomena disrupsi hari ini. Transformasi organisasi PMKRI perlu dilihat sebagai langkah baik dalam merumuskan arah pembinaan dan perjuangannya saat ini dan kedepannya. Jika kita sepakat bahwa keberhasilan konsep smart city dalam transformasi penataan kota, keberhasilan kelompok bisnis berbasis digital, maupun keberhasilan gerakan sosial berbasis digital adalah referensi penting dalam merumuskan arah transformasi PMKRI, maka kita telah berada pada satu alur dalam mengarahkan transformasi PMKRI ini, yakni menjadikan PMKRI mampu beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dengan kata lain, transformasi organisasi PMKRI dinilai berhasil jika PMKRI mampu memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mengintegrasikan aspek-aspek pembinaan dan perjuangannya.

Transformasi PMKRI mencakup empat kategori, yaitu transformasi kultur, transformasi manajemen, transformasi struktur, dan transformasi sumber daya manusia. Pada aspek kultur, PMKRI dapat beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi jika ia menjadikan teknologi tidak semata-mata bersifat fungsional (hanya menunjang kerja-kerja organisasi), melainkan menjadikannya sebagai budaya/kultur PMKRI. Teknologi telah berproses bersama-sama dan menjadi bagian dari kebudayaan manusia. PMKRI (baca: organisasi) sebagai bagian dari entitas kebudayaan yang lebih besar tidak mungkin dipisahkan dari teknologi dan perkembangannya.

Pada aspek manajemen, adaptasi dan kolaborasi dengan perkembangan teknologi hanya dimungkinkan jika organisasi PMKRI ditransformasi menjadi sebuah sistem terbuka. Tren organisasi pada abad 21 (baca: organisasi kontemporer) menunjukkan sistem yang jauh lebih terbuka dibandingkan dengan era sebelumnya. Organisasi dengan sistem terbuka memiliki frekuensi interaksi yang tinggi dan komunikasi yang bebas dengan ekosistem di luarnya. Segala hal yang berasal dari lingkungan eksternal dipandang sebagai input baru yang dapat memperkaya organisasi. 

Fremont E. Kast dan James E. Rosenzweig (2002) menyebut, organisasi kontemporer memiliki ciri saling mempertukarkan informasi, energi, dan material dengan lingkungannya. PMKRI sebagai organisasi yang didirikan pada abad ke 20 (1947), mengikuti tren sistem organisasi yang eksis pada jamannya. PMKRI dikategorikan sebagai organisasi dengan sistem tertutup.

Pada transformasi struktur, PMKRI dapat beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan teknologi jika struktur-struktur organisasi PMKRI memiliki corak yang lebih organik ketimbang mekanistik. Organisasi bercorak organik mempunyai struktur yang adaptif, fleksibel, dan birokrasi yang minim. Organisasi organik memiliki tugas-tugas yang tidak terstandarisasi dan bisa berubah sesuai dengan kebutuhan. Tugas-tugas organisasi dikelola dalam tim kerja (lintas fungsional dan hierarki), memiliki formalisasi yang rendah, dan informasi yang mengalir bebas. Organisasi organik memiliki bentuk tim yang mendatar, anggota memiliki keterampilan/keahlian tertentu, dan bekerja sesuai dengan keahlian daripada otoritas.

Dan pada bagian akhir, yaitu transformasi sumber daya manusia, PMKRI dapat beradaptasi dan berkolaborasi dengan perkembangan teknologi jika salah satu orientasi pembinaan PMKRI diarahkan kepada penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi. PMKRI sebagai sebuah sistem organisasi akan adaptif dan kolaboratif dengan teknologi jika anggota-anggotanya memiliki kapasitas untuk mengoperasionalkan teknologi secara produktif.

*Penulis adalah Ketua Lembaga Kajian, Penelitian, dan Pengembangan Pengurus Pusat PMKRI

Referensi-referensi:
https://www.academia.edu/13224108/Organisasi_Adaptif_Organik, diakses pada tanggal 20 Februari 2018 pukul 12.57 WIB
Irham Fahmi, 2013, Perilaku Organisasi: Teori, Aplikasi, dan Kasus, Bandung: Penerbit Alfabeta: Bandung
Slamet Rosyadi, Revolusi Industri 4.0: Peluang dan Tantangan Bagi Alumni Universitas Terbuka, diakses melalui https://www.reseachgate.net/publication/324220813_REVOLUSI_INDUSTRI_40 pada tanggal 18 Februari 2019 pukul 03.02 WIB
Suwatno, 2018, Komunikasi Organisasi Kontemporer, Simbiosa Rekatama Media: Bandung
Tim PSPPR UGM, 2006, Road Map Yogyakarta Menuju Smart City, diakses melalui https://psppr.ugm.ac.id pada tanggal 3 Januari 2019 pukul 12.00 WITA


COMMENTS

Nama

''Untuk Gereja dan Tanah Air,5,#72thnber-PMKRI,2,#Bergelimang,1,#Gerejalokal,1,#hidup & Sastra,1,#Kita_Indonesia,29,#MABIM2019,2,#NKRI,1,#Pemilu2019,2,#Penulisbuku,1,#Pilpres2019,8,#ProEcclesiaEtPatria,3,#Regulasi,1,#RetNas,1,#RUUPesantrendanPendidikanKeagamaan.,1,#SalamBhineka,2,Agama,1,Agus,1,Agustina Doren,3,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Alboin Samosir,2,Alfred R. Januar Nabal,2,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Anis Baswedan,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,bakti sosial,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,2,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,Berita,6,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,16,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,3,Bhumibol,1,BKN,1,Bogor,1,Bogor Tolak Khilafah,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Bupati Lembata,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,3,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,CPNS,1,Daerah,35,Deklarasi Kebangsaan,1,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desa Bantala,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dialog Kultural,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Dies Natalis ke-72,2,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,Dominikus Dowo Koten,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Efraim Mbomba Reda,3,Ekologi,1,Eksekusi,1,Epenk Djawang,2,Era 4.0,1,Erens Holivil,1,ESDM,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Flores Timur,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Forum Temu Kebangsaan 2019,1,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,Glen Fredly,1,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Greget,1,Guru PNS,1,GUSDURian,1,Gusma,1,Habib Riziq,1,Hari HAM,5,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,3,Hari Valentine,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,HIMAPEN JABODETABEK,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,2,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Intergritas,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,Jembatan Waima,1,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jokowi.,1,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,4,Kabar IMCS,1,Kabar Komda III PMKRI,2,Kabar PMKRI,11,Kabar PMKRI Ambon,3,kabar PMKRI Bengkulu,1,Kabar PMKRI Bogor,2,Kabar PMKRI Bogor.,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Jambi,1,Kabar PMKRI Makassar,4,Kabar PMKRI Malang,3,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,2,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,5,Kabar PMKRI Pematangsiantar,5,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,5,Kabar PMKRI Samarinda,7,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Surabaya,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Katolik,1,Keberagaman,1,Keberagaman #KitaIndonesia,2,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kekerasan Seksual,1,Kembalikan,1,Kemendes PDTT,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,Komnas HAM,2,Komnas Perempuan,1,Komputer,1,KontraS,1,Kornelis Kedamen,1,Korupsi,2,KP PMKRI Pematangsiantar,1,KPK,4,Kristianitas,1,KWI,1,Lamahala,1,Launcing buku,1,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Literasi Digital,1,Logo PMKRI,1,LOKNAS TO PMKRI,2,Lulung,1,Mabim PMKRI Pontianak,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mario Fernandez,1,Mario Yosryandi Sara,2,Mars Wera,1,Maruarar Sirait,1,Marz Wera,1,Masa Bimbingan,2,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Melchias Mekeng,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Milenial,1,Militan,2,Militer,1,MPAB,3,MPAB PMKRI Ruteng,1,MPAB/MABIM,2,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Nagekeo,1,Narkoba,1,Nasional,82,Natal 2018,1,Natal Bersama Kota Bogor.,1,Natalius Pigai,1,Nawacita Jokowi,2,Nawacita Jokowi Gagal,1,New York,3,Ngada,1,NKRI,1,NTT,3,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,69,Orang Muda,1,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Parno S. Mahulae,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pelantikan DPC,2,Pembangunan,1,Pemboman,2,Pemkot Malang,1,Penangguhan,1,Pendidikan Politik,1,Penembakan Anggota PMKRI,1,Perbedaan,1,Perbup,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,5,Pius Yolan,1,PKB,1,PLTP Mataloko,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI Alor,1,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Ende,3,PMKRI Jakarta Pusat,5,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,8,PMKRI Larantuka,1,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,5,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Padang,1,PMKRI Palembang,1,PMKRI Palu,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Pontianak,1,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Surabaya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,12,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Prostitusi Online,2,Puisi,15,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Retret Nasional,1,Rikard Djegadut,1,Rinto Namang,2,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,4,RUAC,1,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,RUU PKS,1,Sadar dan Terlibat,1,Sajak Epik,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Stop Kekerasan Terhadap Perempuan,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tahun Baru 2019,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,2,Thomson Sabungan Silalahi,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Universal,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,8,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,4,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Arah Transformasi Organisasi (PMKRI) di Era Disrupsi
Arah Transformasi Organisasi (PMKRI) di Era Disrupsi
Teknologi telah berproses bersama-sama dan menjadi bagian dari kebudayaan manusia. PMKRI (baca: organisasi) sebagai bagian dari entitas kebudayaan yang lebih besar tidak mungkin dipisahkan dari teknologi dan perkembangannya.
https://2.bp.blogspot.com/-gAYM36Jym-4/XHKaIYy1H8I/AAAAAAAABug/lNWd69ModL40rtvDRP-RQS-Jt27sKYTFgCLcBGAs/s640/fa026a96-1726-438e-b2a8-93b07305fc5c.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-gAYM36Jym-4/XHKaIYy1H8I/AAAAAAAABug/lNWd69ModL40rtvDRP-RQS-Jt27sKYTFgCLcBGAs/s72-c/fa026a96-1726-438e-b2a8-93b07305fc5c.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2019/02/arah-transformasi-organisasi-pmkri-di.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2019/02/arah-transformasi-organisasi-pmkri-di.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy