Menilik Spirit Pater Beek Tentang Makna Menjadi Kader PMKRI

BAGIKAN:

Jakarta, Verbivora.com - Mahasiswa adalah api yang berkobar-kobar. Api itu adalah esensi kemahasiswaan yang membakar. Ia bisa mengisi ruang, menghancurkan apapun termasuk melelehkan besi. Semangat yang berkobar-kobar itu adalah ‘kemewahan terakhir’ yang dimiliki oleh mahasiswa di hadapan luasnya kenyataan hidup.

Pater Joop Beek SJ (1917-1983) yang menjadi pastor moderator Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) pada tahun 1952, memandang mahasiswa pada umumnya sebagai kobaran api yang bernyala-nyala. Dalam sambutannya sebagai pastor moderator pada Kongres PMKRI tahun 1952 di Surabaya, Pater Beek menulis:

“Bukan maksud saja mengobarkan semangat jang terdapat dalam hati Congressisten, tetapi djiwa para mahasiswa tjukup diberi api sedikit sadja, karena api jang sedikit itu akan dinjatakan oleh progressiviteit pemuda, maka dengan sendirinja akan menjala-berkobar mendjadi api semangat untuk Geredja dan Tanah Air” (Pater J. Beek SJ, Kewadjiban Akademikus Katholik dalam Masjarakat Indonesia).

Imam Jesuit asal negeri Belanda melihat mahasiswa bukan sebagai sebuah bejana yang siap diisi, melainkan sebagai ‘api’ yang siap dikobarkan. Pikiran kritis mahasiswa dengan demikian bersifat aktif yang membakar, bukan pasif menunggu diisi. Dalam konteks PMKRI, api tersebut mesti dinyalakan dan dikobarkan demi gereja dan tanah air sebagaimana semboyan misioner PMKRI: Pro Ecclesia et Patria!

Pada konteks tahun 50an tantangan utama gereja (dan tentu saja mahasiswa Katolik) adalah gerakan komunisme internasional. Di Indonesia sendiri komunisme bahkan sudah menjadi salah satu kekuatan politik yang penting dan menentukan terutama yang menubuh dalam Partai Komunis Indonesia.

Menurut Pater Beek, gerakan komunis tersebut tidak saja mengancam eksistensi umat dan Gereja Katolik Indonesia, tetapi juga secara umum merusak martabat manusia. Menurutnya, komunisme adalah ancaman serius bagi Gereja Katolik karena sifatnya yang anti-Tuhan dan dengan sendirinya bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan pada umumnya.

“Keadaan dunia pada saat sekarang selalu diperuntjing menudju ke pertentangan terachir antara Komunisme jang international dan Geredja Kristus jang supranasional. Atheisme jang merusak segala-galanja, menghendaki semua-muanja merosotkan deradjat manusia melawan Katholicisme jang mentjintai segala hal jang baik dan mendjunjung deradjat manusia.”

Kekhawatiran Pater Beek pada waktu itu bisa dipahami mengingat beliau adalah seorang imam Katolik dan Gereja Katolik sendiri secara eksplisit mengkhawatirkan perkembangan gerakan komunisme internasional karena pada gilirannya menjadi ancaman serius bagi eksistensi Gereja. Itu makanya, Pater Beek, dalam sambutannya pada kongres PMKRI tahun 1952, secara tegas menyatakan komunisme sebagai musuh mahasiswa Katolik, musuh PMKRI.

Dalam perkembangannya, dalam kurun waktu yang relatif singkat (1965-1966), kelompok-kelompok Katolik bekerjasama dengan kelompok-kelompok Islam mengganyang PKI (Mujiburrahman, Feeling Threatened. Muslim-Christian Relations in Indonesia’s New Order. Leiden: Amsterdam University Press: 2006. Hal. 21-27).

Saat ini Pater Beek sudah meninggal dan komunisme sendiri sudah dilarang oleh pemerintah Orde Baru melalui TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 dan segala hal yang berbau komunis termasuk gerakan politik dibabat habis oleh rezim Suharto. Kita tak perlu khawatir lagi akan bahaya komunis yang menubuh dalam PKI.

Belakangan isu kebangkitan PKI coba dihembuskan terutama oleh bekas Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo, kita tetap tak perlu khawatir. Ingat, orang Katolik itu takut akan Tuhan sebab ada tertulis: “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1: 7; bdk. Kisah Para Rasul 9: 31). Kita tak perlu takut akan hantu belau yang hanya jadi isu politik tahunan jelang akhir September.

PMKRI Sebagai Benteng Pertahanan Gereja Katolik

Kita jelas tak perlu khawatir akan hantu komunisme yang coba dibangkitkan, tetapi jelas hal itu bukan alasan bagi kader PMKRI untuk berhenti melatih diri dan menggalang budi. Bagi Pater Beek, setiap kader PMKRI hendaknya bersiap siaga untuk membaca dan mengantisipasi tanda-tanda zaman. Waspada adalah suatu sikap batin yang hendaknya dimiliki setiap kader PMKRI karena hanya mereka yang berjaga-jaga yang akan mampu mengantisipasi setiap ancaman yang datang.

Menurut Pater Beek kader PMKRI adalah pasukan penggempur (stoottroepen) yang menjadi benteng pertahanan yang kokoh bagi Gereja Katolik. Sudah barang tentu pasukan penggempur yang dimaksudkan Pater Beek pada waktu lampau berbeda konteksnya dengan zaman ini, zaman yang tantangan dan ancamannya berbeda pula. Meskipun demikian, esensinya tetap sama: menjadi bhayangkara gereja dan nusa yang mengejar kebenaran dengan jujur serta berbudi.

Walaupun berbeda konteks dan berbeda pula ancaman dan tantangannya, setiap kader PMKRI harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya karena apapun tantangan dan ancaman hanya akan dapat dihadapi oleh kesiapan diri yang mantap.

Sejarah mencatat tahun ’65-‘66 ketika terjadi gonjang-ganjing sosial-politik, kader-kader PMKRI tampil di garda terdepan dan menjadi pemimpin serta dinamisator gerakan. Pada Reformasi 98, kader PMKRI ada di mana? Sekarang, setelah kita hidup dalam alam demokratis pasca Soeharto, kader-kader PMKRI ada di mana? Tentu saja ini jadi refleksi kita bersama dan bersama-sama kita cari jawabnya.

Saya kira refleksi Pater Beek 69 tahun lalu dapat membantu kita melangkah. Menurut Pater Beek, tugas mahasiswa Katolik itu adalah, pertama-tama, “turut serta dalam kantjah peperangan, turut serta dengan segenap tenaganja. Bukan sikap jang menunggu, melainkan taktik membina.” Mahasiswa Katolik mesti memiliki inisiatif untuk memulai, bukan pasif menunggu. Partisipasi yang diharapkan tersebut bersifat aktif: hadir untuk menggarami dengan ide cemerlang bukan seperti gerobak yang kalau tak ditarik/didorong hanya diam di tempat. PMKRI sudah pasti bukan penganut filosofi gerobak, bukan?

Filosofi garam tersebut tentu saja mendapat inspirasi dari Yesus Kristus sendiri yang menghendaki setiap murid-Nya menjadi garam dan terang dunia (Matius 5: 13-16). Pater Beek menasehati agar setiap mahasiswa Katolik tidak takut dan minder hanya karena jumlahnya yang kecil, akan tetapi dengan jumlah yang kecil harus bisa memberi rasa dan warna pada kehidupan. “Lenjapkan segala rasa kurang diri disebabkan djumlah kita jang ketjil ini! Kita harus dapat menguasai tempat-tempat jang penting.”

Setiap kader PMKRI mesti merebut dan mengisi ruang-ruang publik dengan wacana-wacana yang berbobot. Saat ini kita hidup dalam dunia yang terbuka terhadap pertarungan wacana dan gagasan. Barang siapa yang dapat merebut dan mengisi ruang publik, dialah yang menjadi pemenang sementara yang lain hanya mengekor padanya. Untuk itu Pater Beek berpesan: “…jang penting bagi kita aktif turut serta, dan suara kita harus didengar di manapun djuga sebagai suara yang memanggil jang penuh dengan arti bagi ummat manusia.”

Supaya suara-suara mahasiswa Katolik didengar dan supaya dapat berpartisipasi dalam setiap peristiwa penting di masyarakat, maka kader PMKRI harus menjadi sungguh-sungguh terpelajar dengan mengenyam pendidikan yang bermutu agar mampu memahami dunia dengan suatu perspektif ilmiah yang kokoh. Dengan menjadi terpelajar, menurut Pater Beek, kita tidak saja bernilai bagi diri kita sendiri karena pengetahuan yang kita miliki, tetapi juga berguna bagi masyarakat luas dan gereja secara khusus. Saya teringat kata-kata seorang senior sepuh kepada saya dalam sebuah percakapan beberapa tahun silam: “Christ has no hands, but yours.”

Pada prinsipnya, Pater Beek menghendaki agar mahasiswa Katolik menjadi intelektual yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara bukan intelektual kutu buku yang hanya berguna bagi dirinya sendiri. “Bukan hanja beladjar untuk udjian, bukan beladjar hanja untuk mentjapai gelar, tetapi suatu pengetahuan jang sungguh-sungguh sehat dan kokoh.” Non scholae sed vitae discimus!

Selain belajar pengetahuan umum, setiap mahasiswa Katolik juga dianjurkan untuk memantapkan pengetahuan agama sebagai bekal untuk menjadi orang Katolik yang teguh. Menurut Pater Beek, pengetahuan dan pendidikan agama penting bagi bangunan rohani mahasiswa Katolik. Pengetahuan yang baik akan agama Katolik di bawah bimbingan seorang pembimbing rohani yang handal akan menghasilkan kader Katolik yang tangguh di lapangan sosial-politik dengan landasan pengetahuan yang kokoh dan identitas sebagai orang Katolik yang mantap.

Sekali lagi, tantangan kita saat ini sudah jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh Pater Beek dan para pendahulu kita. Tetapi api yang sudah menyala harus tetap dijaga agar tidak padam untuk menjadi suluh di tengah situasi yang rumit dan rada temaram ini. *(AR)

Oleh: Rinto Namang (Aktivis PMKRI)

Pater Joop Beek SJ/wp.com.



KOMENTAR

Nama

#Kita_Indonesia,19,#Pilpres2019,4,#RUUPesantrendanPendidikanKeagamaan.,1,Aceh utara,1,Afganistan,1,afrika,1,Agama,1,Agus,1,Agustina Doren,3,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,2,Alboin Samosir,1,Alfred R. Januar Nabal,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Anis Baswedan,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,16,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Bandung,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,2,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,Berita,2,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,16,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,2,Bhumibol,1,Bogor,2,Bogor Tolak Khilafah,1,Bone,1,BPK,1,BPKP,1,Buaya,1,BUMN,1,Bunda,1,Buni yani,1,Bupati Lembata,1,BUPATI NAGEKEO,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,3,CHINA,1,Chrisantus Nana,1,cina,1,Cipayung Plus,1,covid-19,3,Daerah,35,Demo Susulan,1,Demokrasi,7,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desa Bantala,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Disintegrasi Bangsa,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DONASI BUKU,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPR RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Efraim Mbomba Reda,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Epenk Djawang,2,Era 4.0,1,Erens Holivil,1,ESDM,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Filipina,1,Flores Timur,2,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,9,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,GAME ONLINE,2,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,Glen Fredly,1,GMKI,5,GMKI Makassar,1,GMNI Makassar,1,GMNI Sumut,4,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Greget,1,GUSDURian,1,Gusma,1,Habib Riziq,1,Habibie,1,Hacker WhatsApp,1,HAITI,1,Hari HAM,5,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,3,hari sumpah pemuda,1,Hari Valentine,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,HIMAPEN JABODETABEK,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,IKASANTRI,2,Impor Garam,1,india,1,inggris,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,50,Irak,4,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,Jembatan Waima,1,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,5,Jokowi.,1,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,4,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,11,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,Kabar PMKRI Bogor.,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Jambi,1,Kabar PMKRI Makassar,5,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,2,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,5,Kabar PMKRI Pematangsiantar,4,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,5,Kabar PMKRI Samarinda,4,Kabar PMKRI Sintang,2,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kabinet Indonesia Maju,1,Kabupaten Malaka,1,Kabupaten NAGEKEO,1,Kalbar,1,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,3,Kasidi,1,katedral makasar,3,Katolik,1,Keberagaman #KitaIndonesia,1,Kebhinekaan,2,KEJAGUNG,1,Kejari,1,kejati bengkulu,1,Kekerasan Militer,1,Kekerasan Seksual,1,Kembalikan,1,Kemenag,1,Kemendes PDTT,1,Kemenkumham,2,Kesehatan,2,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,KOMDA PAPUA,1,komda sumbagsel,1,komda timor,1,Kominfo,18,Komnas HAM,2,Komnas Perempuan,1,kompas media,1,Komputer,1,koneksi internet,1,KontraS,2,Korupsi,2,Korupsi Perum Perindo,1,KPK,4,KPU,1,KWI,1,Labuan bajo,1,LAMPUNG,2,Larantuka,1,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,Lembaga Negara,1,Lidya Sartono,1,LIPI,1,LITERASI,1,LKK,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mabim PMKRI Pontianak,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,2,Makassar,1,Malang,1,MANGGARAI,2,Mario Fernandez,1,Mario Yosryandi Sara,2,Mars Wera,1,Maruarar Sirait,1,Marz Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,meksiko,1,Menag,1,Menhan,1,Menkominfo,8,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,MIMIKA,1,MPAB,4,MPAB PMKRI Ruteng,1,MPAB/MABIM,1,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,8,Nagekeo,1,Narkoba,1,Nasional,256,Natal 2018,1,Natal Bersama Kota Bogor.,1,Natalius Pigai,1,Nawacita Jokowi,2,Nawacita Jokowi Gagal,1,New York,3,Ngada,1,NKRI,1,NTT,2,NU,1,Obama,1,Okto Nahak,1,OMK,1,Opini,110,Orang Muda,1,Ormas,1,Otsus,2,Ovin Gili,1,Padang,1,Papua,6,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Parno S. Mahulae,1,Partai Demokrat,2,Partai Komunis,1,Pasar Danga,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,3,PB PMII,2,PBB,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pelayanan Publik,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Pemkot Malang,1,Pemkot Surabaya,1,pemprov jambi,1,Pemuda Katolik Papua Barat,1,Penangguhan,1,Pendidikan,2,Penembakan Anggota PMKRI,1,penistaan agama,1,Perbedaan,1,Perbup,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,4,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,5,PK Makassar,1,PKB,1,PLTP Mataloko,1,PMII,1,PMKRI,127,PMKRI Alor,1,PMKRI Ambon,4,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bali,1,PMKRI Balikpapan,1,PMKRI Bandar Lampung,4,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Batam,1,PMKRI Bengkulu,12,PMKRI Bogor,1,PMKRI Cabang Ngada,1,PMKRI Calon Cabang Sambas,1,PMKRI Denpasar,3,PMKRI Ende,3,PMKRI Flores,1,PMKRI Gorontalo,1,PMKRI Jajakan Gowa,2,PMKRI Jakarta Pusat,17,PMKRI Jakarta Timur,1,PMKRI Jakarta Utara,2,PMKRI Jambi,6,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Jogja,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kalimantan Tengah,2,PMKRI Kapuas Hulu,1,PMKRI Kefa,2,PMKRI Kendari,3,PMKRI Kupang,13,PMKRI Lampung,3,PMKRI Langgur,5,PMKRI Larantuka,1,PMKRI Madiun,1,PMKRI Makassar,23,pmkri malaka,4,PMKRI Malang,7,PMKRI Manado,4,PMKRI Mataram,1,PMKRI Maumere,20,PMKRI Medan,5,PMKRI Nias,1,PMKRI Padang,1,Pmkri palangka Raya,6,Pmkri palangkaraya,3,PMKRI Palembang,7,PMKRI Palopo,8,PMKRI Palu,1,PMKRI Papua,2,PMKRI Peduli,6,PMKRI Pekanbaru,2,PMKRI Pematangsiantar,4,PMKRI Pontianak,1,PMKRI Regio Timor,1,PMKRI Samarinda,8,PMKRI Sambas,1,PMKRI Saumlaki,1,PMKRI Siantar,6,PMKRI Sibolga,1,PMKRI Sintang,1,PMKRI Sorong,1,PMKRI Sumatera,1,PMKRI Sungai Raya,2,PMKRI Surabaya,4,PMKRI Surakarta,2,PMKRI Timika,1,PMKRI Timor,2,PMKRI Tomohon,2,PMKRI Tondano,4,PMKRI Toraja,8,PMKRI Tual,1,PMKRI Yogyakarta,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,11,Politisasi SARA,1,POLRES Sikka,1,POLRI,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,32,PPKM,1,Presiden,1,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,4,Prolegnas,1,Prostitusi Online,2,Puisi,15,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,233,Regional. PMKRI Sumatera,1,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Restu Hapsari,1,Rikard Djegadut,1,Rinto Namang,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,4,RUAC,1,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,RUU PKS,1,Sakinem,1,salman khan,1,Samarinda,3,Samarinda.,1,Sandiaga,1,satelit 6G,1,SENAT Mahasiswa,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,SIKKA,2,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,STKIP Betun,1,Stop Kekerasan Terhadap Perempuan,1,Strategi,1,Sukmawati,1,sulawesi barat,1,Sulawesi Selatan,2,sulsel,1,Suriah,1,Survei,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tahun Baru 2019,1,Taliban,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,telegram kapolri,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,3,Thomas Tukan,2,Thomson Sabungan Silalahi,1,TKW,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Tondano,1,toraja,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,2,Uskup Kupang,1,Ustad Yahya Waloni,1,UU ITE,1,Vaksin,3,Vatikan,6,Vebivorian,1,Verbivorian,8,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wartawan TEMPO,1,WhatsApp,1,WHO,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Wuhan,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,4,
ltr
item
Verbivora.com: Menilik Spirit Pater Beek Tentang Makna Menjadi Kader PMKRI
Menilik Spirit Pater Beek Tentang Makna Menjadi Kader PMKRI
Setiap kader PMKRI mesti merebut dan mengisi ruang-ruang publik dengan wacana-wacana yang berbobot.
https://i1.wp.com/www.anticommunistdatabase.com/wp-content/uploads/2018/08/joop-beek-15b47989-7bee-47d0-b367-9a90dba26dc-resize-750.png?resize=600%2C400
Verbivora.com
https://www.verbivora.com/2021/10/menilik-spririt-pater-beek-tentang-menjadi-kader-pmkri.html
https://www.verbivora.com/
https://www.verbivora.com/
https://www.verbivora.com/2021/10/menilik-spririt-pater-beek-tentang-menjadi-kader-pmkri.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP SEARCH SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy