Anggota PMKRI Harus Siap Bersaing Hadapi MEA

HADAPI MEA, verbivora.com – Anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) harus mempersiapkan diri untuk bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah mulai berlaku sejak 1 Januari 2016 lalu.

Anggota PMKRI Harus Siap Bersaing Hadapi MEA
Rapat Kerja Pengurus Pusat PMKRI 2016/2018 – Dok. PMKRI

Hal itu disampaikan Jony G. Plate, anggota DPR RI sekaligus anggota dewan pertimbangan PMKRI dalam perayaan ulang tahun ke-69 PMKRI di Margasiswa I, Jl Sam Ratulangie No 1 Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 25 Mei 2016.

Jhony yang merupakan alumnus PMKRI mengatakan suka atau tidak suka, Indonesia adalah salah satu negara yang masuk dalam negara ekonomi ASEAN. Karena itu, ia mengajak agar anggota PMKRI baik yang di pusat maupun di daerah untuk mempersiapkan diri sedini mungkin dalam menghadapi integrasi ekonomi tingkat Asia Tenggara itu.

“Saya mengajak Anda semua untuk menggunakan kesempatan selama di PMKRI sebaik mungkin guna mempersiapakan diri Anda untuk menghadapi tuntutan masyarakat ekonomi ASEAN”, ujar Jhony ketika memberikan kata sambutan.

PMKRI didirikan di Yogyakarta pada 25 Mei 1947 sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan bagi mahasiswa Katolik. Hingga saat ini sudah banyak kader organisasi ini yang memainkan peran penting dalam percaturan ekonomi dan politik di Indonesia.

Ketua Pengurus Pusat (PP) PMKRI Angelus Wake Kako optimis PMKRI akan terus melahirkan kader-kader yang berguna bagi bangsa dan Gereja.

Menurut Angelo, optimisme tersebut bukan tanpa alasan, melainkan sudah mulai terlihat dari geliat keprihatinan alumni terhadap kaderisasi yang dilakukan di tingkat cabang.

“Pendampingan yang sering kami dapatkan dari segenap alumni, meyakinkan kami bahwa harapan akan masa depan perhimpunan yang semakin cemerlang adalah sebuah keniscayaan”, ungkap Angelo.

Selain itu Angelo menyentil soal kehilangan arah gerak PMKRI saat ini dan minimnya tingkat soliditas yang di bangun lintas generasi. Menurutnya, PMKRI masih terjebak dalam euphoria masa lalu hingga lupa menyongsong masa depan yang penuh ceria.

Karena itu ia menekankan agar kekuatan soliditas lintas generasi yang disemagati oleh Kristianitas, Fraternitas dan Intelektualitas, mampu membawa angin segar perubahan menuju masa depan PMKRI yang lebih baik,khusunya dalam keterlibatannya bagi bangsa dan Gereja.

“PP PMKRI coba meramu sebuah strategi besar untuk kembali melakukan sinkronisasi lintas generasi dengan melibatkan kekuatan para alumni dan anggota penyatu agar kita bersama bergerak untuk menjemput mimpi-mimpi indah kita di masa yang akan datang”, demikian kata Angelo.

Di sisi lain, Romo Angga dalam kotbahnya saat memimipin perayaan ekaristi dies natalis PMKRI yang ke 69, mengajak seluruh anggota PMKRI untuk selalu mengadalkan roh kudus dalam menggerakan seluruh karya dan perjuanaganya bagi gereja dan tanah air. Baginya, ketiadaan roh yang menggerakan akan membuat perjuangan tersebut tidakberarti.

“Tanpa roh yang menggerakan Anda dalam perjuangan Anda, maka perjuangan itu akan kehilangan makna” ungkapnya.

Acara dies natalis tersebut dihadiri oleh ratusan anggota PMKRI, yang tergabung dari beberapa generasi. Selain itu, beberapa perwakilan dari kelompok Cipayung, seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan bebrapa OKP yang turut ikut memeriahkan acara tersebut.*

Andy Tandang

RELATED ARTICLES

Most Popular