Nawa Cita Gagal Melindungi Perempuan

Pemerintah harus perperan aktif dalam kemandirian dan intelektual perempuan sedini mungkin sehingga Perempuan benar-benar siap tampil di depan dengan kapasitas yang mumpuni dan tidak lagi menjadi bahan perdagangan. - Hanny, PP PMKRI



Peringatan Hari Perempuan Internasional:
"NAWA CITA GAGAL MELINDUNGI PEREMPUAN"
Tuntutan Perempuan Cipayung+
(KOPRI, PMKRI, KOHATI,GMNI, GMKI, KAMMI, KMHDI, IMMawati)
Women - Eight for Eight, 2017th

Salam Setara dan Adil bagi semua.
Pada tanggal 8 Maret 1857, kaum perempuan di Amerika Serikat (AS) berdemonstrasi menuntut kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja yang buruk. Lima puluh tahun kemudian (1907), ribuan kaum buruh perempuan miskin berupah rendah, di New York, berdemonstrasi memprotes kondisi kerja yang berbahaya, jam kerja yang panjang serta menuntut kenaikan upah dan 10 jam kerja per-hari.

Setahun kemudian (1908) ribuan orang berdemonstrasi memperingati demonstrasi kaum perempuan 51 tahun sebelumnya, serta menuntut penghapusan pekerja anak, peningkatan kondisi kerja, serta Hak untuk Memilih.  Di Indonesia pertama kali di peringati pada tahun 1963 berkat kerjasama antara organisasi-organisasi perempuan.

Berangkat dari konsep Nawa Cita: 9 agenda Perubahan, seharusnya negara hadir dan melindungi rakyatnya. Sebagaimana semangat yang terkandung dalam nawa cita yakni negara hadir bekerja, membangun kemandirian dan kesejahteraan. Ketidakhadiran negara telah memunculkan ketimpangan terhadap hak-hak perempuan secara sistemik sehingga mengakibatkan kerugian terhadap perempuan. Beberapa permasalahan perempuan yang masih belum terselesaikan diantaranya:
  • Tinggi laporan kekerasan terhadap perempuan dari 1500 laporan terdapat 227 kasus perkosaan dan 128 kasus pelecehan.
  • Maraknya perdagangan orang (human traficking) dengan beragam modus seperti buruh migrant ataupun kejahatan lainnya seperti jual beli organ manusia.
  • Angka kematian ibu yang masih tinggi yaitu 248 per 100.000 kelahiran hidup.
  • Masih minimnya Pendidikan perempuan yang berkualitas & berkarakter
  • Angka Pernikahan Dini masih berada di presentasi 46,7%. Kedua tertinggi diantara negara-negara ASEAN
Banyaknya permasalahan perempuan, ini membuktikan bahwa pemerintah telah gagal mewujudkan Nawa Cita. Padahal dengan jelas dalam butir 2 nawa cita bahwa pemerintah akan memprioritaskan peningkatan peranan perempuan dan keterwakilan perempuan dalam politik dan pembangunan; butir 4 bahwa negara akan hadir melindungi anak, perempuan dan kaum marginal.

KEHARUSAN GERAKAN PEREMPUAN?
Peran organisasi perempuan harus ditingkatkan ditataran basis, karena ini yang menjadi persyaratan pokok. Keberhasilan Nawa Cita  tergantung pada struktur birokrasi negara dan peranan dari basis massa yang terorganisir. Otoritas organisasi perempuan disini menjadi penting untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan.

Kami menyerukan kepada seluruh perempuan untuk bangkit dan bergerak dari ketertindasan dan ketidakadilan. Dengan semangat Hari Perempuan Internasional ini, Kami 8 organisasi perempuan Cipayung+ menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah untuk:
  • Stop pemiskinan terhadap perempuan;
  • Stop segala bentuk kekerasan seksual terhadap perempuan;
  • Stop pernikahan dini;
  • Stop penegakan hukum yang tidak berkeadilan gender;
  • Stop ketidakberpihakan pendidikan dan kesehatan bagi perempuan;
  • Stop human Traficking dan berikan perlindungan utk buruh migrant;
  • Stop tindakan represif aparat terhadap perempuan kendeng dalam aksi penolakan pembangunan pabrik semen;
  • Stop birokrasi negara yang tidak melaksanakan pengarus utamaan gender.
Komitment Perempuan Cipayung+:
  • Siap Mengawal pendampingan terhadap segala bentuk kekerasan pada perempuan;
  • Siap mengawal kebijakan, khususnya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan RUU Kesetaraan & Keadilan Gender;
  • Siap mengawal keutuhan NKRI;
  • Siap mengawal keberagaman dalam berbangsa dan bernegara;
  • Siap mengawal Pancasila sebagai ideologi negara dalam menjaga masyarakat yang berkeadaban.
  • Siap mengawal kebijakan negara dalam memaksimalkan kemandirian perempuan
  • Siap mengawal setiap agenda dalam rangka memenuhi hak-hak perempuan yang berlandaskan keadilan
  • Siap mengawal keterwakilan perempuan di berbagai sektor kepemimpinan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara


Jakarta, 8 Maret 2017

Perempuan CIPAYUNG+

COMMENTS

Nama

#Kita_Indonesia,7,#Pilpres2019,2,Agama,1,Agus,1,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,13,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,2,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,Daerah,24,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,GUSDURian,1,Habib Riziq,1,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,1,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,2,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,10,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Makassar,2,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,1,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,3,Kabar PMKRI Pematangsiantar,1,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,4,Kabar PMKRI Samarinda,3,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kembalikan,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,Komnas HAM,1,Komputer,1,KontraS,1,Korupsi,1,KPK,3,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mars Wera,1,Marz Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,MPAB,2,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,79,Natalius Pigai,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,44,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,4,PKB,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Ende,2,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,7,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,4,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Palembang,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,8,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,11,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,2,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,1,Thomson Sabungan Silalahi,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,6,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,2,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Nawa Cita Gagal Melindungi Perempuan
Nawa Cita Gagal Melindungi Perempuan
Pemerintah harus perperan aktif dalam kemandirian dan intelektual perempuan sedini mungkin sehingga Perempuan benar-benar siap tampil di depan dengan kapasitas yang mumpuni dan tidak lagi menjadi bahan perdagangan. - Hanny, PP PMKRI
https://2.bp.blogspot.com/-EaAIZCEqd1w/WL_ae8JTaqI/AAAAAAAAAHI/omUFmwTErqY20RNU5_gUAo3zkl99KD_BQCLcB/s640/hari%2Bperemmpuan%2Bsedunia.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-EaAIZCEqd1w/WL_ae8JTaqI/AAAAAAAAAHI/omUFmwTErqY20RNU5_gUAo3zkl99KD_BQCLcB/s72-c/hari%2Bperemmpuan%2Bsedunia.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2017/03/nawa-cita-gagal-melindungi-perempuan.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2017/03/nawa-cita-gagal-melindungi-perempuan.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy