Reformasi Adalah Dalang

Beberapa agenda reformasi yang disuarakan para mahasiswa antara lain, adili Soeharto dan kroni-kroninya, amandemen UUD 1945, penghapusan dwi fungsi ABRI, otonomi daerah, supremasi hukum dan pemerintahan yang bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Gerakan yang dilakukan ribuan mahasiswa untuk merubah era orde baru menjadi reformasi menuai hasil.

Foto. Dok. Pribadi
Reformasi merupakan ihwal perubahan bagi bangsa Indonesia. Kebebasan dalam medengungkan pendapat secara individu maupun kelompok  merupakan buah terbesar dari reformasi. Dampak gerakan reformasi masih terus bersemayam dalam tubuh Republik ini hingga kini. 

Meskipun gerakan tersebut terjadi pada 20 tahun silam. Berbagai jenis persepsi tentang reformasi yang diterjemahkan oleh setiap orang menjadi salah satu indikator ketebalan eksistensi reformasi. Namun, mesti diakui bahwa pada masa kini pengangkangan terhadap tujuan lahirnya reformasi, masih sangat mendominasi aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejarah singkat gerakan reformasi
Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya, tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Setelah Orde Baru memegang tampuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya. Hal ini menimbulkan akses-akses negatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945 banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru.

Pada awal bulan Maret 1998 melalui sidang umum MPR, Soeharto terpilih kembali menjadi presiden republik Indonesia, serta melaksanakan pelantikan Kabinet Pembangunan VII. Namun, situasi saat itu justru semakin tak kunjung membaik. Perekonomian mengalami kemerosotan dan masalah sosial semakin menumpuk. Kondisi dan situasi seperti ini mengundang keprihatinan rakyat. 

Memasuki bulan Mei 1998, para mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak menggelar demostrasi dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya Soeharto dari kursi kepresidenannya. Pada tanggal 12 Mei 1998 dalam aksi unjuk rasa mahasiswa universitas Trisakti, terjadi bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan tertembaknya empat mahasiswa hingga tewas.


Melihat situasi politik dan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin tak terkendali, rakyat menjadi semakin kritis menyatakan pemerintah Orde Baru tidak berhasil menciptakan kehidupan masyarakat yang makmur, adil, dan sejahtera. Oleh karena itu, munculnya gerakan reformasi bertujuan untuk memperbaharui tatanan kehidupan bermasyarakat.

Beberapa agenda reformasi yang disuarakan para mahasiswa antara lain, adili Soeharto dan kroni-kroninya, amandemen UUD 1945, penghapusan dwi fungsi ABRI, otonomi daerah, supremasi hukum dan pemerintahan yang bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Gerakan yang dilakukan ribuan mahasiswa untuk merubah era orde baru menjadi reformasi menuai hasil.

Tepat pada tanggal 21 Mei 1998, pukul 10.00 WIB bertempat di istana Negara, presiden Soeharto meletakkan jabatannya sebagai presiden di hadapan ketua dan beberapa anggota dari Mahkamah Agung. Presiden menunjuk wakil presiden B. J. Habibie untuk menggantikannya menjadi presiden serta pelantikannya dilakukan di depan ketua Mahkamah Agung dan para anggotanya. Maka sejak saat itu, presiden republik Indonesia dijabat oleh B. J. Habibie sebagai presiden pertama yang memimpin jalannya roda kebangsaan di era reformasi.

Indonesia kekinian dalam bingkai Reformasi
Dua puluh tahun berjalan, terwujudnya ke-enam agenda gerakan reformasi secara komprehensif masih sangat jauh dari keberhasilan. Reformasi memang tetap melangkah namun tertatih dan tergopoh-gopoh. Gerbong reformasi berjalan sangat tidak signifikan, sebagaimana harapan penumpangnya. Bahkan jalur menuju arah yang lebih baik justru mulai melenceng ke luar jalur dan tujuan. Buah kebebasan reformasi membentuk proporsi publik yang makin apresiatif hingga mencapai 70 persen, paling tidak dalam tafsiran saya.

Namun, perihal kebebasan berekspresi, di sisi lain juga membawa komponen masyarakat berkompetisi politik dalam pemilihan umum. Sebagian besar energi bangsa dicurahkan untuk membangun opini, menyerang lawan politik, serta mengambil berbagai langkah yang justru menghasilkan konflik dan perpecahan.

Sementara dari sisi penegakan hukum, acapkali memberi kesan diskriminatif dan berlarut-larut yang menyebabkan publik belum melihat perubahan esensial kelembagaan hukum Indonesia. Tak heran, setelah dua puluh tahun reformasi berjalan, pemenuhan harapan terhadap supremasi hukum dinilai masih jauh panggang dari api. Penegakan hukum saat ini seolah menjadi lebih buruk apabila dibandingkan dengan masa sebelum Reformasi.

Sedangkan dari sisi ekonomi, sejak berlangsungnya krisis moneter pertengahan tahun 1997, ekonomi Indonesia mulai mengalami defisit. Keadaan perekonomian makin memburuk dan kesejahteraan rakyat makin menurun. Pengangguran juga semakin luas. Sebagai akibatnya, petumbuhan ekonomi menjadi sangat terbatas dan pendapatan perkapita cenderung memburuk sejak krisis tahun 1997.

Disamping penanganan masalah pengangguran, dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat, pemerintah hendaknya juga memperhatikan harga produk pertanian Indonesia, karena selama masa pemerintahan Orde Baru maupun sejak krisis 1997 tidak pernah berpihak kepada petani. Apabila pendapatan petani meningkat, maka permintaan petani terhadap barang-barang non pertanian juga meningkat.

Dengan ditetapkannya harga produk pertanian yang tidak merugikan petani, maka para petani akan mampu membeli produk industri non pertanian. ini akan memberi semangat dan daya pikat ekonomi rakyat untuk bangkit mengembangkan kegiatan usaha pertaniannya.
Tak bisa dipungkiri, bahwa pihak pemerintah dari zaman ke zaman memang telah berusaha untuk membawa Indonesia keluar dari krisis. Tetapi tidak mungkin dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, rasanya pemerintah perlu membuat skala prioritas agar bisa segera keluar dari berbagai macam kesenjangan.

Terpilihnya presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarno Putri yang naik menggantikan Gus Dur, kemudian Susilo Bambang Yudhoyono yang sepuluh tahun menduduki kursi kepresidenan hingga masa Joko Widodo saat ini yang sangat konsen dalam mengupayakan peningkatan kesejahteraan rakyat dan kehidupan ekonomi masyarakat.

Namun dengan kondisi perekonomian negara yang ditinggalkan oleh pemerintahan Orde Baru, tidak mungkin dapat diatasi oleh seorang presiden dalam waktu singkat. Oleh sebab itu untuk mengatasi krisis, presiden sebagai pemegang kekuasaan, memerlukan penyelesaian secara bertahap berdasarkan skala prioritas.

Cita–cita Reformasi
Kebebasan dalam menyebarkan pendapat atau aspirasi atas dasar demokrasi mesti bermuara pada progresivitas bangsa sebagaimana perintah reformasi. Kebebasan yang dimaksud sangat tidak memungkinkan untuk memecah belah persatuan. 

Derajat bangsa Indonesia yang terangkat karena berhasil melepaskan diri dari pemerintahan yang tidak demokratis, mestinya menjadi modal bagi setiap elemen masyarakat untuk memberikan kontribusi aktif secara masif terhadap perkembangan bangsa.

Reformasi juga dibekali dengan harapan tentang berkualitasnya otonomi daerah. Melihat kondisi ril masa kini, walaupun kebijakan otonomi telah digulirkan lebih dari satu dekade, makna otonomi daerah masih dikuasai oleh oligarki politik lokal.

Kebijakan otonomi daerah menjadi pemenuhan kepentingan politik dan ekonomi bagi elite lokal, bahkan modal asing. Nyaris belum ada hasil dari terlaksananya pemberian otonomi daerah tersebut. Sementara reformasi sangat memungkinkan keberhasilan daerah tanpa harus menghapus eksistensi elit politik.

Perubahan yang diusung oleh mahasiswa dan rakyat dengan tinta, darah serta nyawa, harus terus didengungkan sekeras-kerasnya secara substansial bukan artifisial. Reformasi pun jangan basi atau bahkan mati.

Nyawa tokoh–tokoh pejuang reformasi tentu tidak merelakan bangsa dan negara yang dibela terperangkap dalam jurang kehancuran. Hidupkan semangat reformasi dimulai dari reformasi diri dan keluarga.

Oleh: Rendy Stefano Aktivis PMKRI Maumere


COMMENTS

Nama

#Kita_Indonesia,15,#Pilpres2019,3,#RUUPesantrendanPendidikanKeagamaan.,1,Agama,1,Agus,1,Ahok,4,Aksi 2 Desember,1,Aksi Damai,1,Aktivis,1,Amandemen,1,Amnesti,1,Anas,1,Anastasia Rosalinda B,1,ANBTI,1,Andre Pareira,1,Angelo Wake Kako,1,Anies,1,Anies-Sandi,1,Anis Baswedan,1,Apel Kebangsaan,1,Artikel,2,AS,3,B ERITA PMKRI,1,BADJA NTT,1,Banjarmasin,1,Bara Pattyradja,1,Bayi,1,Beijing,1,Beijng,1,Berita,1,berita PMKRI,2,Berita PMKRI Kupang,2,Berita PMKRI Pusat,14,Berita PMKRI Ruteng,2,Berita PMKRI Samarinda,1,Bhumibol,1,Bogor,1,Bogor Tolak Khilafah,1,BPKP,1,Buaya,1,Bunda,1,Buni yani,1,Cagub,1,Cegah Radikalisme,3,Cerpen,3,Chrisantus Nana,1,Cipayung Plus,1,Daerah,26,Demo Susulan,1,Demokrasi,4,Den Haag,1,Denpasar,1,Densus Tipikor,1,Desak,1,Dhani,1,Dialog,1,Dibekap,1,Dibenturkan,1,Diciduk,1,Diplomasi,1,Dipolisikan,1,Dirjen Bimas Katolik,1,Ditangkap,4,Ditendang,1,Diteror,1,Djarot,1,DPD,4,DPD-RI,1,DPRD NTT,1,Dukun,1,Duta Genre,1,Ekologi,1,Eksekusi,1,Epenk Djawang,1,Era 4.0,1,Fahri,1,Febby Siharina,1,Florianus Herminus Mau,1,Fokus,8,Freeport,2,Gabriel Toang,1,Gadungan,1,Geert Wilder,1,Gempa Lombok,6,Gempa NTB,3,Gempa Palu,3,Gempa Palu #Kita_Indonesia,4,GP Ansor,1,Gratifikasi,1,Greget,1,GUSDURian,1,Gusma,1,Habib Riziq,1,Hari Kartini,3,Hari Pahlawan,3,Hillary,1,Hillary Clinton,1,Hindari Kriminalisasi,1,Hoax,1,Human Trafficking,2,ICRP,1,ICW,1,Ignatius Pati Ola,1,Impor Garam,1,Intan,1,Intelijen,1,Internasional,25,IrmanGusman,3,ISIS,1,Islamophobia,1,Israel,1,Istri Dimas kanjeng,1,Jaga Toleransi,1,Jajak Pendapat,1,Jakarta,23,JEMI BERE,1,Jipik,1,Jokowi,2,Jurnalistik,1,Kabar PMKRI Maumere,2,Kabar IMCS,1,Kabar PMKRI,11,Kabar PMKRI Ambon,3,Kabar PMKRI Bogor,1,kabar PMKRI Denpasar,1,Kabar PMKRI Jambi,1,Kabar PMKRI Makassar,2,Kabar PMKRI Malang,2,Kabar PMKRI Mataram,1,Kabar PMKRI Nasional,1,Kabar PMKRI Nias,1,Kabar PMKRI Palopo,1,Kabar PMKRI Pekanbaru,5,Kabar PMKRI Pematangsiantar,1,Kabar PMKRI Pontianak,1,Kabar PMKRI Ruteng,5,Kabar PMKRI Samarinda,3,Kabar PMKRI Sintang,1,Kabar PMKRI Yogyakarta,2,Kalimantan Selatan,2,Kampanye,2,Kapolda,1,Kapolda Metro Jaya,1,Kapolri,2,Kasidi,1,Katolik,1,Kebhinekaan,2,Kejari,1,Kekerasan Militer,1,Kembalikan,1,Khawatir MUI Ditunggangi,1,Kita Indonesia,16,Komnas HAM,2,Komputer,1,KontraS,1,Korupsi,1,KPK,3,KWI,1,Lembaga Kajian PP PMKRI,1,LIPI,1,Logo PMKRI,1,Lulung,1,Mahasiswa Papua,2,Mahmudi,1,Majelis Adat Dayak,1,Makasar,1,Malang,1,MANGGARAI,1,Mars Wera,1,Marz Wera,1,Mata Rakyat,1,MEA,1,Megawati,1,Menag,1,Menhan,1,Menlu Tongkok,1,Michell Rompis,1,Militan,1,Militer,1,MPAB,3,MPAB PMKRI Ruteng,1,Muchdi,1,Munir,1,Mutilasi,1,Myanmar,1,Narkoba,1,Nasional,79,Natalius Pigai,1,Nawacita Jokowi Gagal,1,New York,3,NKRI,1,NU,1,Obama,1,OMK,1,Opini,46,Orang Muda,1,Ormas,1,Ovin Gili,1,Papua,2,Parade Bhineka Tunggal Ika,1,Pariwisata,1,Partai Komunis,1,Patung Buddha,1,Paulus Gemma Galgani,1,Paus,2,Paus Fransiskus,1,PDIP,1,Peduli Kemanuisan.,1,Pembangunan,1,Pemboman,2,Penangguhan,1,Perbedaan,1,Perempuan,1,Pesan Prabowo,1,PHPT PP PMKRI,1,Pilkada,2,Pilkada Damai,1,Pilkada Jakarta,2,Pilpres 2019,5,Pilpres2019,4,PKB,1,PMII,1,PMKRI,41,PMKRI ATAMBUA,1,PMKRI Bandar Lampung,1,PMKRI Banjarmasin,1,PMKRI Bengkulu,1,PMKRI Ende,2,PMKRI Jakarta Pusat,2,PMKRI Jayapura,1,PMKRI Juara,1,PMKRI Kendari,1,PMKRI Kupang,7,PMKRI Makassar,3,PMKRI Malang,4,PMKRI Manado,1,PMKRI Maumere,7,PMKRI Palembang,1,PMKRI Peduli,6,PMKRI Pontianak,1,PMKRI Sungai Raya,1,PMKRI Tondano,1,PMKRI Tual,1,PMRI Ende,1,PNS,1,Polemik UPR,1,Polisi,3,Politik,1,Politisasi SARA,1,POLTEK Kupang,1,PP GMKI,1,PP PMKRI,10,Press Release,5,Pribumi,1,Profil,1,Puisi,11,Pungli,1,Putin,1,Radikalisme,1,Raja,1,RAKERNAS,1,RAKERNAS PMKRI,3,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi Hari Kartini,2,Regional,35,Rendi,1,Rendy Stevano,2,Rikard Djegadut,1,Risma,1,Rizieq,2,Robertus Dagul,2,Rudal,1,Rumah,1,Rusia,1,Sakinem,1,Samarinda,3,Sandiaga,1,Seribu Lilin,1,Setya Novanto,2,Siaran Pers,3,Sistem,1,Siti Zuhro,1,Somalia,1,SPI,1,Strategi,1,Sukmawati,1,Suriah,1,Swedia,1,Tahan Ahok,1,Tanjung Balai,1,Tedy Ndarung,1,Teologi Maut,1,Tepo Seliro,1,Teresa,1,Terorisme,1,Thomas Tukan,1,Thomson Sabungan Silalahi,1,TNI,3,Tolak HTI,2,Tomson Silalahi,1,Transaksi,1,Trump,3,Tumor Ganas,1,Uang,1,UNDANA Kupang,1,Unipa Maumere,1,Uskup Kupang,1,Vebivorian,1,Verbivorian,8,Verbivorian. PMKRI Jakarta Pusat,2,Wali Kota,1,WaliKota,1,Wanita Berjilbab,1,Wartawan,1,Wikileaks,1,Wiranto,1,Xi Jimping,1,Yensiana,1,Yogen Sogen,3,
ltr
item
VERBIVORA.COM: Reformasi Adalah Dalang
Reformasi Adalah Dalang
Beberapa agenda reformasi yang disuarakan para mahasiswa antara lain, adili Soeharto dan kroni-kroninya, amandemen UUD 1945, penghapusan dwi fungsi ABRI, otonomi daerah, supremasi hukum dan pemerintahan yang bersih dari KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme). Gerakan yang dilakukan ribuan mahasiswa untuk merubah era orde baru menjadi reformasi menuai hasil.
https://4.bp.blogspot.com/-7QggqWBaYFo/WvnhZuL0fjI/AAAAAAAAAxo/WcL16VaKotIqPdlTSdcvw0aHUl71EkAEwCEwYBhgL/s640/rendi.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-7QggqWBaYFo/WvnhZuL0fjI/AAAAAAAAAxo/WcL16VaKotIqPdlTSdcvw0aHUl71EkAEwCEwYBhgL/s72-c/rendi.jpg
VERBIVORA.COM
http://www.verbivora.com/2018/05/reformasi-adalah-dalang.html
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/
http://www.verbivora.com/2018/05/reformasi-adalah-dalang.html
true
1552102979589694575
UTF-8
Semua postingan Belum ada postingan LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal Balas Delete Oleh Home HALAMAN POSTINGAN Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP CARI SEMUA POSTINGAN Tidak ditemukan postingan yang Anda cari Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Follower Follow KONTEN PREMIUM Bagikan untuk buka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy